oleh

Musabaqoh RMI Resmi Dibuka Sebanyak Ini Pesertanya

Musabaqoh antar Pondok Pesantren Ke XVI PC RMI (Rabithah Ma’ahid Islamiyyah) NU Kabupaten Banyuwangi, secara resmi dibuka oleh Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani Azwar Anas, Jum’at (25/02/2022).

Hadir dalam pembukaan Mushabaqoh yang bertempat di Pondok Pesantren Darussalam, Desa Kajarharjo Kecamatan Kalibaru Bupati Banyuwangi, Ketua PCNU Banyuwangi, Kepala Kemenag Kabupaten Banyuwangi, Forkopimda, Forkopimka, pengasuh Pondok Pesantren dan ribuan santri peserta Musabaqoh.

Gus Faizin selaku pengasuh Pondok Pesantren Darussalam sebagai tuan rumah menyebutkan bahwa peserta lomba yang digelar dua tahun sekali antar santri se Kabupaten Banyuwangi kali ini diikuti sebanyak 2680 santriwan dan santriwati dari 83 Pondok Pesantren yang terdaftar di Kemenag Banyuwangi. Kegiatan yang akan digelar selama tiga hari (25-27 Februari), panitia menjadwalkan sebanyak 24 jenis perlombaan.

“Namun lomba yang berkaitan dengan fisik seperti futsal ditiadakan mengingat saat ini masih pandemi. “Kami mohon kepada seluruh peserta untuk disiplin mematuhi prokes, ”harapnya.

IMG-20220225-WA0029

Sementara itu ketua PCNU Banyuwangi, KH. Ali Makki Zaini menyampaikan terima kasih kepada pengurus PC RMI dan Pemkab Banyuwangi yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan yang sempat diliburkan karena pandemi. Gus Makki berpesan agar kegiatan Musabaqoh RMI ini dijadikan ajang silaturahmi dan mempererat hubungan batin.

“Musabaqoh ini bukan hanya sekedar menang-menangan dan menjadi juara. Namun mari jadikan ajang untuk silaturahmi dan mempererat hubungan batin, ” pesan pengasuh Ponpes Bahrul Hidayah Srono ini.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan ini. Ipuk menegaskan agar semua peserta dan yang teribat untuk tetap disiplin memperketat protokol kesehatan. Dirinya juga menyampaikan bahwa santri dan ponpes memiliki peran penting dalam mendukung program pemerintah.

“Seperti gerakan Pemkab saat ini, Banyuwangi Rebound. Ponpes merupakan salah satu rebound centre yang bergerak sesuai bidangnya, ”tegasnya.

Sejalan dengan hal tersebut Pemkab Banyuwangi telah memiliki program yang telah berjalan, yaitu Santriprenuer.

“Dengan program ini, diharapkan santri yang telah menyelesaikan pendidikan di pondok pesantren bisa jadi enterprenuer dan mandiri, ” harapnya. (Abe)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *