Diawali pembacaan puisi oleh Ardi Susanti , Pameran lukisan bertajuk Kento’ Bâcheng resmi d buka oleh H. Ahmad Dhafir Ketua DPRD Bondowoso, Sabtu 19 maret 2022.
Tampak juga hadir anggota komisi IV Ady Kriesna, Bangkit dan Gede Budi selaku Kabid Kebudayaan Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Bondowoso, juga dihadiri para seniman Bondowoso, Situbondo, Jember , Lumajang dan Banyuwangi.
Kento’ Bâcheng tema tersebut diambil untuk menghidupkan kembali budaya nusantara di tengah-tengah masyarakat yang belakangan mulai redup tergerus budaya dari luar. Pameran akan dilakukan selama sepuluh hari mulai dari 19 hingga 28 maret 2022 di studio K5 ArtProject Bondowoso.

Menurut H. Ahmad Dhafir, berharap dari pameran ini dapat menjadi sarana edukasi dan hiburan untuk para pengunjungnya.
Ketua pelaksana pameran juga berharap melalui pameran ini dapat kembali merealisasikan dan mengembangkan seni serta membuktikan bahwa seniman memiiliki karya – karya yang mengagumkan.
“Kami membuka ruang seluas-luasnya, saya percaya kegiatan pameran ini akan menginspirasi banyak seniman, tidak hanya seni rupa, tetapi semua seniman yang ada di Kabupaten Bondowoso untuk berkreasi bersama,” sebutnya.
Dhafir juga berharap, pameran lukisan kali ini akan memacu dan memberi semangat para seniman untuk melangkah berkarya dalam berkreatifitas.
Mudah-mudahan semangat yang digoreskan oleh seniman yang berpameran ini melalui pameran seni lukis ini memberikan semangat untuk kita semua, tidak hanya komunitas seni rupa tapi membuka ruang seluas-luasnya bagi para pelaku ekonomi kreatif termasuk seniman.

“Mari kita bekerja sama memanfaatkan pengembangan ekonomi kreatif pada beberapa sektor, salah satunya adalah pameran lukisan ini salah satu bentuk nyata kegiatan ekonomi kreatif,” terangnya.
Sementara Yudi ketua panitia, menjelaskan tema yang diangkat kali ini adalah untuk mengingatkan masyarakat kembali bahwa Indonesia memiliki budaya adiluhung. “Ini kan temanya Kento’ Bâcheng sebenarnya sedikit menyentuh dari sisi saat ini yang toleransinya agak kurang, karena semakin kesini sepertinya budaya kita dijajah budaya dari luar, kita sebagai orang Indonesia asli yang punya budaya yang lebih bagus, lebih indah jangan sampai terpengaruh oleh budaya asing. “Ini adalah pameran lukisan, setelah sekian lama kita tidak bisa beraktivitas seni karena Covid-19, diikuti oleh 23 pelukis dari Bondowoso , Banyuwangi, Situbondo, Jember, Lumajang dan Tulungangung masing masing pelukis 2 karya maksimal 4 karya, jadi
total 85 lukisan , rata-rata karya tahun 2021, 2022 paling lama 2020 ,” ungkap Yudi saat ditemui di lokasi pameran, Sabtu (19/3 ).
Dalam pameran ini, Yudi menilai antusiasme masyarakat Bondowoso sangat tinggi dalam mengapresiasi karya-karya dalam pameran ini. “Saya kira antusiasme masyarakat sangat bagus, pembukaan ini berkolaborasi dengan beberapa seniman. Semoga perkembangan seni rupa di Bondowoso semakin maju, saya berharap teman-teman lainnya juga untuk menampilkan karya mereka,” ungkapnya.
Salam Kento’ Bâcheng…(Ilham Triadi)


Komentar