Kabupaten Banyuwangi yang meraih Wistara 2 sebagai Kabupaten Sehat kembali kedatangan rombongan untuk studi tiru repplikasi inovatif kota sehat. Kali ini dari Forum Kota Batu Sehat (FKBS) dengan tujuan untuk belajar terkait pelaksanaan Kabupaten/ kota sehat yang ada di Banyuwangi, (25-26/3/ 2022) Rombongan yang terdiri dari unsur DPRD komisi C, Pembina Teknis, Forum Kota Batu Sehat, Forum Komunikasi Kecamatan Sehat, dan Pokja Desa/ Kelurahan Sehat berjumlah 74 orang.
Rombongan datang ke lounge Pemda dan selanjutnya dibagi menjadi 4 lokus, yaitu Pemda/ unsur pembina, Sektap FBS, Mall Pelayanan Publik dan RTH Sri Tanjung. Peserta juga mendapat bonus menikmati air sumur Sri Tanjung di pendopo. Kegiatan dilakukan dengan diskusi santai sambil menikmati suasana di titik lokasi.
Kadinkes Kota Batu, drg. Kartika Trisulandari menanyakan pola dan kiat Banyuwangi untuk mencapai Wistara ke-2 dan target meraih Swastisaba Wistara tahun 2023 di Jakarta.

Hal ini dijawab oleh Plt. Kadinkes Kabupaten Banyuwangi, Amir Hidayat, S.KM,M.Si, bahwasannya Pembina tehnis Bappeda dan Kadinkes mendukung penuh Forum Banyuwangi Sehat (FBS) baik dalam kegiatan pengumpulan data, kunjungan ke FKKS di seluruh Kecamatan serta anggaran yang melekat di pembina.
“Kunci suksesnya juga adalah kolaborasi yang positif dan inovatif tiap OPD yang didukung Bupati dan DPRD sebagaimana kisi-kisi instrumen pengelolaan Kota/kabupaten sehat, ” tutur mantan Sekretaris Bappeda itu dengan senyum khasnya.
Ditambahkan oleh Ketua FBS, Dr. H. Soekardjo,
“Kami kerja dengan hati,niat ibadah serta ikhlas untuk bagaimana Banyuwangi sehat,baik,sejahtera, “katanya.

Anggota Komisi C DPRD Kota Batu, M. Chaerul K, S.Si, M.Si dan Khamim Tohari, S.Sos akan lebih perhatian pada regulasi yang ternyata juga punya poin nilai tinggi diberbagai indikator serta meningkatkan kerelawanan personil forum hingga tingkat desa.
Ketua Forum Kota Batu Sehat, S. Catur Wicaksono, ST di sekretariat menanyakan detil ke sekretaris FBS Anim Jauhiriyah, S.Pd, M.Si tentang dokumen fisik maupun digital tentang proses serta desain kreatornya seraya anggota tim banyak membuka berkas dan mencatat studi tirunya.
“Utamakan kerja supertim sinergitas dan saling menghargai maka akan membuka jalan lebih cepat, baik dan berkah, ” tukas dosen IAIDA Blokagung ini yang tanggal 28 Maret dampingi Bupati Ipuk Fistiandani presentasi Best Practice Tata Pariwisata Sehat di Summit Kota/Kabupaten Sehat di Semarang.

Tim FKBS yang berada di Mall Pelayanan Publik diterima pimpinan MPP Fatah menyambut baik tamu yang kerasan dan terpukau dengan layanan. Tamu banyak juga menanyai keluhan dan kepuasan masyarakat yang sedang urus ragam kepentingan seperti Buruh Migran, UMKM urus BPOM dan perpustakaan digital.
Setelah itu rombongan menuju ke Waroeng Kemarang Tamansuruh untuk menikmati kuliner khas Banyuwangi seperti rujak soto,rujak kecut,pecel pitik, sego tempong hingga kucur dan minuman temulawak. Suasana kian gayeng dan akrab dipandu Kang Wowok owner Kemarang dan Bung Aguk dengan tontonan tari Jejer Jaran dawuk dan pacu gandrung serta gending Banyuwangenan. Selepas dari Kemarang tamu ke penginapan hotel berbintang lanjut ada yang mendaki gunung ijen, berburu oleh-oleh ke pusat produksi kudapan sale,bagiak dan klemben, sablon kaos bahasa Osing dan Batik Gajah Oling.
Sebelum pulang ke Batu mereka menuntaskan refresingnya di Pantai Bangsring Under Water.
” Kami senang memperhatikan tamu yang tanya serius, catat, potrek dan pastinya akan membuat laporan untuk peningkatan kapasitas SDM dan lembaga, kami amat apresiasi, “ungkap bendahara FBS, Edi Murwati, ST yang sudah lebih dari satu dasawarsa aktif di gerakan kesehatan lingkungan dan Pokja PKK lewat program Indonesia Sehat ini.(Desika/Aguk).


Komentar