Kegiatan Pemberdayaan Perempuan Pelatihan Pembuatan aneka jenang dodol khas Banyuwangi yang dilaksanakan oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Banyuwangi, yang dihadiri oleh utusan berbagai organisasi wanita yang ada di kecamatan Banyuwangi yang ditujukan agar memberikan pengetahuan dan pelatihan dengan harapan mampu digunakan sebagai bahan latihan serta meningkatkan produktifitas ibu ibu warga Banyuwangi. Hadir narasumber ibu Yuli Suwantini, youtuber kuliner di channel yuliriasbwi. Diklat ini diadakan di aula GOW pada hari Senin, 28 Maret 2022.
Dampak pandemi Covid-19 mengakibatkan turunnya pendapatan masyarakat. Roda ekonomi seperti lumpuh dalam sekejap karena aktivitas di luar rumah dibatasi. Sebagian besar pekerja terpaksa dirumahkan dan ada juga yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Dampak hal itu sebetulnya tidak hanya dirasakan oleh pekerja saja, namun juga dirasakan oleh pelaku usaha baik usaha mikro kecil, menengah, sedang, maupun besar.

Dengan begitu, masyarakat dituntut agar lebih kreatif dan inovasi untuk memenuhi tuntunan kebutuhan hidup sehari-hari. Salah satunya pembuatan jenang dodol yang bisa di jual untuk oleh oleh khas Banyuwangi kata narasumber yang juga perias pengantin ini.
Ketua GOW Banyuwangi ibu Hj. Ana Mujiono, SE. mengatakan bahwa salah satu cara untuk meningkatkan ekonomi dimasa pandemi ini yakni dengan memberikan pelatihan dan keterampilan memasak khususnya kepada kaum perempuan agar membantu ekonomi keluarga dengan membuka wirausaha mandiri.
“Pelatihan ketrampilan sangat penting. Khususnya bagi para ibu dalam peningkatan ilmu ekonomi keluarga. Dengan banyak ilmu yang didapat tentunya banyak manfaat. Salah satunya, membantu meningkatkan ekonomi keluarga dengan jalan mengembangkan sebagai usaha kecil dan bisa dijadikan peluang bisnis yang menguntungkan nantinya, ” kata ketua GOW Banyuwangi dalam pidato sambutannya.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana juga memberi sambutan sekaligus membuka acara pelatihan pembuatan aneka jenang dodol khas Banyuwangi. Beliau dalam sambutannya “Harapannya ilmu dari pelatihan ini tidak hanya sampai disini saja, pelatihan ini bisa di terapkan dan bisa meningkatkan perekonomian keluarga.Ini sejalan dengan semangat Banyuwangi reborn. Kami akan mendampingi terus untuk kelanjutan dari pelatihan ini. Konsultasikan kepada kami untuk langkah langkah berikutnya seperti pendaftaran PIRT ke Dinas Kesehatan, sampai pemasarannya ke Dinas Koperasi. Karena perempuan harus berdaya, “ungkap Kadis Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Banyuwangi ibu Dra. Henik Setyorini, M.Si. (Q’Nin)


Komentar