Kabupaten Banyuwangi perlahan mulai lepas dari bayang-bayang pandemi, seiring mulai dibukanya kembali destinasi wisata mulai konsep desa dengan nuansa alam hingga konsep rekayasa kawasan pantai dengan pohon cemara, dipadu wisata bawah air snorkling atau diving dan masih banyak lagi. Apalagi untuk peraturan perjalanan darat ,laut dan udara sekarang sudah tidak seketat dulu yang harus tes antigen, atau hasil tes pcr, serta perlonggaran aktivitas di masyarakat walau masih harus tetap patuh protokol kesehatan juga kegiatan Banyuwangi festival yang sedikit berbenah demi meningkatkan kualitas event itu sendiri guna menyambut semangat dan harapan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Banyuwangi.
Apalagi dengan program Banyuwangi Rebound dimana sudah saatnya memulihkan dampak masif pandemi di berbagai sektor khususnya menata kembali perekonomian yang terjun bebas ,sebagai titik tolak me rebound segala sektor tersebut agar menciptakan kembali menuju kehidupan normal seperti masa sebelum pandemi. Adapun event seperti olahraga nasional,kegiatan kepemerintahan melalui kunjungan tamu luar kota ragam festival mulai kegiatan unjuk diri potensi desa, juga promosi khas setiap desa di kabupaten Banyuwangi menjadi langkah awal yang baik guna menunjang sektor pariwisata khususnya.

Memasuki bulan ramadhan tahun 2022 ini, edisi 1443 H. Seperti biasanya Pemkab rutin mengadakan acara bertajuk Street Food Festival Pasar Takjil Ramadhan. Kali ini pun lebih merata di setiap kelurahan juga mengadakan kegiatan serupa,namun masyarakat Banyuwangi lebih familiar dengan 2 tempat untuk kegiatan pasar takjil ini yaitu disepanjang jalan Brigjen Katamso (samping kantor DPRD) yang dikoordinir oleh paguyuban ETALASE satunya lagi di sepanjang jalan Letjen Sutoyo Setropenganten yang dikoordinir oleh majelis wakil Nahdatul Ulama, melalui LPNU (Lembaga Perekonomian Nahdatul Ulama kota Banyuwangi). Hari Minggu, 3 April 2022 menjelang siang tampak sebagian peserta/pelapak pasar Ramadhan mulai sibuk mempersiapkan segala sesuatunya mulai meja kursi, payung untuk peneduh, rombong ataupun etalase dagangan sudah mulai berjejer. Rencana Ipuk bupati Ipuk Fiestiandani akan membuka secara langsung kegiatan pasar takjil ramadhan yang berada di sebelah kantor DPRD.
Di jalan Letjen Sutoyo dihari pertama pembukaan pasar takjil Ramadhan dibanjiri pengunjung yang hanya sekedar jalan jalan sambil ngerandu buko atau memang ingin mencari makanan atau berburu kudapan tajkjil yang dijajakan di setiap lapak, mulai kolak, bubur, es cincau, petola, dan banyak sekali lainnya. Ada salah satu lapak disisi sebelah selatan, tepatnya di depan arena futsal Scudetto, yaitu lapak dengan ciri khas gerobak kayu yang elegant, yaitu lapak de Lakon yang menawarkan sesuatu yang berbeda mulai minuman es kopi gula aren, Excelsa Cold Brew coffee, coklat original, dan juga banyak menu lainnya. Untuk snack ada roti pisang, roti sobek, cinnamon roll,dan tentu saja *bluder osing* khas de Lakon bertekstur lembut dan enak rasanya.Ada juga snack lain seperti wafel dan croffle toping ice cream yang rasanya sangat memanjakan lidah. Kami berhasil menemui Ayuk Rismayanti salah satu penjaga lapak ini mengatakan “Lapak de Lakon baru kali ini mengikuti pasar Ramadhan ini, dan jika pasar ramadhan telah usai nanti ,silahkan ke warung kami yang berada di jalan Borobudur no 4 , Taman Baru atau disebelah utara pintu masuk Pemda Banyuwangi.Berbagai menu mulai Chinese food, Indonesian food, traditional food seperti pecel pitik dan ayam kesrut ada disini. Ada menu baru level rawon dengan rasa yang enak juga ada menu gurame saos lemon atau dibakar. Di waroeng de Lakon tempatnya sangat nyaman, ada indoor dengan ruang VIP nya,didalam ruangan ada galeri batik, baik batik tulis atau pun cap,ada juga outdoor dengan joglo dan gazebo dengan kapaitas 15 orang, ada mini stage diarea belakang untuk perform akustik setiap rabu atau hanya karaoke bisa sewaktu waktu jika berkunjung kesana, “pungkasnya mengakhiri keterangannya tentang lapak de Lakon ini.

Hari menjelang senja dan para pengunjung mulai kembali pulang meninggalkan area pasar ramadhan untuk menanti waktu berbuka bersama keluarga dan para pedagang dilapak lapak ini terlihat begitu gembira karena dagangan mereka banyak yang laku,
Semoga hari berikutnya di area pasar kuliner takjil yang tersebar di berbagai tempat di kawasan kota kembali ramai seperti hari pertama ini. (Leo prada)


Komentar