Pegiat radio komuitas seperti penyiar,reporter,tehnisi dan fans melaksanakan Halal Bihalal di Radio Komunitas Delta FM Jalan Dieng 42 Desa Dawuhan Lor Sukodono Lumajang Jawa Timur, Kamis, 26 Mei 2022.
Acara kian hangat dengan relawan yang tergabung dalam Jaringan Radio Komunitas Broadcast Banyuwangi (JRKBB)antara lain Podcast Gotong Royong ’45, Rakom Brit FM,SKBR FM dan Planet FM.

Di era tekhnologi media sosial yang semakin canggih dan juga semakin maju, yang mana dulunya adalah menjadi suatu kebutuhan sekunder sekarang seperti menjadi kebutuhan wajib bagi setiap orang. Sehingga banyak sekali yang awalnya Radio Komunitas menarik banyak masyarakat untuk mendengar semakin berkurang karena masyarakat lebih bisa melihat informasi melalui HP.
Meskipun begitu dari beberapa Komunitas yang masih mempunyai ruh Rakom tetap bertahan untuk menyiarkan informasi dan berbagi pengetahuan melalui Radio Komunitas. Karena bagaimanapun juga masih ada beberapa orang yang tidak bisa meninggalkan radio di karenakan suatu hal misal usia atau lainnya dan membuat hanya radiolah hiburan mereka.

“Kita tak bisa melawan jaman dan harus berubah serta reborn untuk menjawab tantangan jaman, ” Kata Ketua JRKBB Hadi Purwanto yang youtuber channel Ha Pe Aja.
Dan Hadi dalam perjalanan ini dapat 2 content masjid megah saat sholat subuh di Kaliwates Jember dan prasasti musibah erupsi lava semeru di sekitar radio darurat lintas semeru.
Fery Sinaro penyiar Radio Komunitas Sinar FM salah satu orang yang ingin menghidupkan kembali Radio Komunitas di Lumajang agar kembali mempunyai ruh lagi dan bisa di terima dengan baik di masyarakat. Dengan adanya halal bihalal dan pertemuan Rakom lain Kabupaten membuat Rakom yang mulai meredup kembali semangat untuk menghidupkan kembali dengan semangart yang baru.

Selanjutkan Faishol Setiawan dan Regina Selvi VS cerita tentang peran Delta FM dan JRKL kala Semeru meletus hingga kedatangan pengurus setnas Jaringan Radio Komunitas Indonesia (JRKI) bareng JRKI Wilayah Jatim dirikan radio darurat di Sumberwuluh dan kini studio ada di di dusun Kamarkajang. Usai ishoma, kru JRKBB dan JRKL sambang RaDar Lintas Semeru yang berjarak 45 km.
“Kami senang ada radio untuk cerdaskan masyarakat, sebar informasi kebencanaan serta hiburan bagi kami yang terdampak, ” ungkap Supangat yang rumahnya terdampak erupsi.
Yang menarik, Regina sempat dipesani mbaurekso Semeru bahwasannya musibah ini karena ulah manusia yang tak bersahabat bahkan sewenang-wenang terhadap alam,menjilat ke pembesar dan menginjak wong cilik serta lakukan larangan Tuhan secara terang-terangan. Dan saat ziarah ke makam mbah Maridjan di Yogyakarta kala studitiru ke Radio Bencana Lintas Merapi difasilitasi JRKI bareng 13 relawan RaDar Semeru, suara itu terdengar lagi.
“Ngger..ilingno sedulurmu, kami bisa marah lagi bila belum sadar dan iling lan waspada”
Bung Aguk Wahyu Nuryadi pendiri JRKI Jatim sambang sedulur untuk simpati dan empati serta belajar bila Gunung Ijen atau Tsunawi terjang Banyuwangi paham SOP dirikan radio darurat.Aguk yang pendiri Rakom Bung Tomo yang sudah off dan mutasi jadi podcast Gotong-royong’45 beri wejangan meskipun yang kelola radio ber-ruh jatidiri komunitas tinggal sedikit hendaknya tidak boleh patah semangat untuk selalu menghidupkan kembali Radio komunitas yang bisa bermanfaat bagi masyarakat dengan pendekatan 3On..on air, online dan on land. Ikutlah jaringan dan teruslah sambung silaturahim.(Tarhami/Haderi)


Komentar