oleh

Lansia Kamela Guyub Semangat Bareng Generasi Penerus

Para lansia di Kelurahan Kampung Melayu Banyuwangi kota, rayakan 20 tahun Paguyuban Lansia Kamela dan Hari Lanjut Usia Nasional, Minggu (19/6/2022).

Kegiatan dikemas dengan penuh gembira nan bahagia diawali jalan santai keliling kampung, peregangan badan, senam diiringi lagu daerah. Kemudian proses timbang badan dan tensi untuk mengetahui tekanan darah. Acara dilanjutkan dengan pembagian doorprise. Hadiah utama diberikan kepada peserta tertua, Bajuri (86), yang masa mudanya banyak beraktivitas di pelabuhan.

“Usia boleh tua, namun jiwa masih bersemangat untuk ikut mbangun kampung agar tetap guyub dan sentousa, “ucapnya sambil berpose menerima bingkisan doorprice.

Ketua Panitia Sugihar mengaku senang bisa membahagiakan lansia setelah lebih dua tahun akibat pandemi tak bisa berkumpul dengan sanak dan tetangga. Dengan penuh gotongroyong dan gembira tentu akan meningkatkan imun. Maka bersama para Ketua RT dan Penasehat Hj Mariana Ramli, Bismillah untuk tingkatkan imun dan silaturahim segenap warga untuk membahagiakan orangtua.

Ditambahkan Ketua Paguyuban Lansia Kampung Melayu yang disongkat Kamela, Soeryadi (72) yang profesi pangkas rambut,

“Sengaja libatkan generasi penerus anak cucu cicit agar mereka menghargai, menghormati dan menyayangi orangtua dunia akherat. Mohon doa restulah ke ibu..ibu…ibu dan bapakmu, ” tutur Kung Soer–panggilan akrabnya yang juga tercatat sebagai Pengurus Perwakilan Gerontologi Abiyoso Kabupaten Banyuwangi itu.

Sementara itu Lurah Kampung Melayu, Aris Krisnu Farid,SE merasa sungkan untuk menasehati orang sepuh yang lebih pengalaman jalani kehidupan.Hanya berharap umur panjang yang berkah dan afiat manfaat, paguyuban lestari serta jadi ikon posyandu lansia buat puskesmas pendamping dalam upaya meningkatkan IPM Kabupaten Banyuwangi.
Kegiatan yang juga menampilkan tari Jejer Gandrung dan Jaranan Cilik dari Sanggar Kuwung Kamela itu banyak mendapatkan donasi dari warga termasuk bule Australia Mr Bradley yang telah mempersunting perempuan setempat.

“Alat kesehatan digital yang dipakai tiap kegiatan juga merupakan hasil sumbangan donatur, ” ujar Fitri sembari cek suhu dan tekanan darah lansia. Fitrin didampingi Wiwik yang berprofesi sebagai guru di MTsN 1 Banyuwangi sekaligus modin jenazah perempuan.

Bung Aguk Wahyu Nuryadi dari Forum Banyuwangi Sehat amat mengapresiasi dan simpati dengan kegiatan rutin berkesinambungan Posyandu Lansia Kamela yang melibatkan partipasi masyarakat serta tokoh masyarakat dan agama.

“Catatan admitrasi dan foto dokumentasi relatif bagus. Maka bisa jadi destinasi studi tiru lain kelurahan, Pokja Desa lain kecamatan bahkan saat tamu luar kota mau studi banding atas prestasi dan inovasi Banyuwangi tercinta, ” tegas aktivis Komunitas Gotong-royong’45 itu seraya pekik salam nasional: merdeka!(Yeti Ch)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *