oleh

Ngaji Kebangsaan Bersama Gus Muwafik Jogya di Sekber MWC NU Mengwi-Badung-Bali.

Acara pengajian identik dengan umat islam yang berbaju koko, dan gamis serta diwarnai sholawat dan rebana atau hadrah -marawis. Lain seperti biasanya, acara Ngaji kebangsaan dan dihadiri tokoh ulama kharismatik sekaliber KH. Abdullah Muwafiq lebih akrabnya dipanggil Gus Muwafiq ini justru dihadiri oleh berbagai macam suku bangsa di Indonesia yang tingal di pulau Bali .

H. Mohamad Sugeng Ketua Tanfidzyah MWC NU Kec Mengwi – Badung yang menjadi tuan rumah mengatakan dalam sambutannya, hbahwa tidak pernah ada terlintas dibenaknya bahwa kediamannya yang sekaligus tempat usahanya(Show Room Ki Ageng Motor)menjadi tempat penuh berkah dimana sekaligus sekertariat bersama NU di kec. Mengwi ini jadi pusat perhatian masyarakat .Adapun beliau bersama dengan Romo Ainun Karim (Pimpinan Padepokan Nuswantoro sekaligus Ketua Paguyuban Nuswantoro diprovinsi Bali) seorang tokoh budayawan dan spiritual yang membawahi kurang lebih 20- an padepokan/paguyuban se- Bali.Berhasil menarik simpati Gus Muwafiq sehingga beliau berkenan bersilaturahim dengan warga Nadhiyin – Nadhiyat (Ketua PC Badung, MWC NU Kerambitan, PC Muslimat NU Badung, PAC & Ranting MNU Mengwi, warga padepokan nuswantoro (ada 20 an lebih pengurus padepokannya) serta seluruh petinggi Puri dan Griya yang ada di Bali (Griya Kapal, puri Bangli, puri pemecutan, puri Gianyar, puri Tabanan).
Di kesempatan tersebut juga dihadiri steakholder setempat , bupati Badung Giri Prastha yang seyogyanya hadir jam 10.00 WITA (diinfo panitia kemunduran Gus Muwafiq di jam 12.00) diwakili kepala Kesbangpol Badung, jajaran politisi ketua PKB BAdung H. Suseno, wakil ketua DPRD Badung F- PD yang sekaligus bendesa adat abian base bpk Made. Kapolres Badung AKBP Leo Dedy D’Fretes, pak Camat Mengwi, Kepala Desa, Klian br. setempat.
Tokoh Perwari provinsi Bali juga hadir, duduk dengan para tokoh masyarakat.

IMG-20220701-WA0094

Acara dimeriahkan dengan penampilan atraksi kolaborasi rebana ibu muslimat Mengwi dan Patrol Orkestra Kampung Santri Bali asuhan ustazd Widodo.
Kemeriahan acara yang dimulai dengan prolog sebagai kata pembukaan surat Alfatihah oleh MC sahabat Yuni (sekjend MNU Mengwi), lantunan ayat suci Al Qur’an dan Sholawat oleh bunda Masida- Masita, lagu Indonesia Raya dan Mars Yhalal Wathon dipimpin bunda Murtini.

Sambutan dari tuan rumah, kepala Kesbangpol, Kapolres dan perwakilan tokoh puri diselesaikan dengan baik sampai kehadiran Gus Muwafiq disambut dengan Sholawat Badar bersama-sama. Dalam sambutannya kapolres merasa bangga dan terharu saat melihat undangan yang hadir jamaah nadhliyin Mengwi duduk bersama berbaur dengan tokoh masyarakat Bali dan tokoh padepokan nuswantoro sebagai perwujudan simbol kerukunan NKRI, Pancasila serta implementasi UUD 1945.

Hal senada juga disampaikan Gus Muwafiq, baru kali ini beliau disambut oleh berbagai macam tokoh dan aliran dengan beraneka ragam kostum daerah masing-masing
Bahkan seakan-akan berada dijaman kerajaan nusantara karena dilihat ada sosok seperti tokoh Arya Kamandanu , Ande2 Lumut, Warok Ponorogo, pendeta dan para raja-raja. Perkataan Gus Muwafig yang spontan disambut tepuk tangan semua hadirin.

Inti dari ngaji kebangsaannya beliau berpesan bahwa persatuan dan kesatuan itu sangat penting,jangan karena perbedaan tidak bisa hidup rukun bangsa Indonesia sudah menjadi bangsa yang besar dan disegani oleh bangsa lain dengan beribu pulau dan keanekaragaman adat tradisi budayanya serta macam ragam bahasanya dan agama serta kepercayaan bisa bersatu dengan Pancasila dan slogan bhineka tunggal ika tanhana dharma mangrwa yang tudak dimiliki okeh bangsa dan negara dibelahan bumi manapun. Semua patut disyukuri dan dijaga serta dilestarikan tentunya dengan ilmu dan pengajaran yang tepat serta pemahaman yang dalam tentang sejarah jati diri sebagai bangsa Indonesia.
Khusus untuk kaum nadliyin warga Nahdatul Ulama dan juga pesan moral dari beliau, namanya santri NU itu mesti menurut pada guru /tawadlhu’ tidak suka berseteru dan bertengkar, cinta damai dan kasih sayang, suka menolong, jika ada yang suka buat kegaduhan pasti bukan santri NU.
Pesan beliau juga diakhir pertemuan (ada pertanyaan dari pengurus YPM bunda Neneng Arunah, tentang bagaimana seharusnya bersikap sebagai perempuan saat ini dengan sudah terbuka bebasnya arus globalisasi dan informasi via dunia maya) bahwa bangsa yang baik itu generasinya dilahirkan dari perempuan yang baik juga baik dari sisi ilmu, agama dan sosialnya.

Ibu adalah sekolah yang pertama bagi anak2nya, untuk para bapak dipesankan buatlah bahagia para istri/ibu, ibarat lahan harus dirawat, dipupuk, dijaga agar menghasilkan tumbuhan yang produktif unggul dan berkwalitas.

Ditutup doa bersama Alfatiha yang dimintakan oleh beliau sesudahnya kepada pimpinan Griya Kapal Ida Bagus Surya (Arya Kamandanu) dengan membacakan doa cara Hindu dan paramasanti.
Mengakhiri acara berfoto bersama Ngaji Kebangsaan bersama Gus Muwafiq di MWC NU bertabur berkah dan inshaa Allah semua dapat hidayah dengan menikmati nasi bungkus, roti dan es buah kopi dan teh suguhan karya Muslimat NU PAC Mengwi dibawah pimpinan Hj. Sri Wahyuningsih gelegar acara dihari Sabtu bulan Juni 2022 lalu masih membekas dan jadi kebanggan bagi warga Mengwi di Kabupaten Badung.
Dikawal pasukan patwal Polres Badung menuju bandara Ngurah Rai, tepat jam 15.00 WITA terbanglah sang ulama kharismatik meninggalkan pulau Dewata, sahabat dari Romo Ainul Karim pimpinan Klan Nuswantoro di Bali yang berhasil mewujudkan impian dan cita2 semua jamaah , berdiri dan bertatap muka langsung dengan figur yang dicinta yang biasanya dilihat dari kejauhan bisa berfoto bersalaman dan berbicara dengan tanpa sekat.

Sebagaimana yang sering didengar dari hadist riwayat Rasululah, belum sempurna iman seseorang jika belum mencintai aku.Aulia wal anbiya serta ulama hubungannya sangat dekat. Auliya dan Ulama adalah penerus para nabi dalam menyampaikan risalah.Maka dari itu cinta pada ulama berarti mencintai Nabi.
Islam sebagai agama yang rahmatan lil alamin telah terbukti dengan nyata .
Ngaji bareng Gus Muwafiq semua terduduk takdzim mendengar sholawat,lantunan ayat suci Alqur’an ,senandung religi tradisi patrol islami,seakan berada di surganya Allah sedari pagi menjelang sore hari.
Catatan dari Gumi Mengwi, Badung Bali
(Ambarwati Soenarko).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *