BANYUWANGI – Festival Anak Sholeh menjadi agenda tahunan yang Banyuwangi Festival, acara itu digelar di Gor Tawang Alun Banyuwangi. Selasa (04/10/2022).
Agenda acara tahunan itu di ikuti para pelajar guna mengasah bakat dan mencintai agama sesuai Pancasila.
Dibuka dengan acara santunan kepada anak yatim lalu ditampilkan tari tradisional suku osing acara semakin menjadi meriah. Tahapan acara juga diperdengarkan lantunan merdu bacaan Al Quran.
Event ini diselenggarakan untuk menjadikan siswa setingkat SMP menjadi anak yang berbakat dan mencitai agama. Ada berbagi jenis kegiatan yang akan di laksanakan di Festival Anak Sholeh Indonesia 2022.
Agenda lomba Festival Anak Sholeh ini diikuti kurang lebih 570 peserta dari berbagai SMP dan MTS dari seluruh Kabupaten Banyuwangi.
Mereka mengikuti berbagai perlombaan dibidang keagamaan mulai dari pidato agama Islam, Musabaqoh Hifdzil Quran (MHQ), Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) hingga Lomba Kaligrafi.
Acara itu dibuka oleh Ipuk Fiestiandani Bupati Banyuwangi, dalam sambutannya Ipuk mengatakan anak-anak harus diajarkan toleransi sejak dini, saat ini banyak sekali isu intoleran dan radikalisme.
“Sekarang banyak sekali isu intoleran dan radikalisme, maka dari itu festival ini sesuai dengan tema pelajar Pancasila anak-anak harus diajarkan toleransi sejak dini, karena semua kembali pada keimanan dan ketaqwaan kita,” kata Ipuk Fiestiandani mengawali sambutannya.
“melalui kegiatan ini kami ingin para pelajar mampu mengoptimalkan potensi dan bakat yang dimiliki. Semoga menjadi bagian meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan menginspirasi teman-teman mereka,” ucap Ipuk.
Ipuk menambahkan, generasi muda diperbolehkan mengikuti perkembangan jaman, tetapi disisi lain mereka diharapkan tidak tumbuh menjadi pribadi yang intoleran dan jauh dari radikalisme.
“Ajang ini tempat bagi generesi muda untuk mempertajam potensi dalam bidang keagamaan. Dengan disediakanya wadah seperti Festival Anak Sholeh ini, mereka akan semakin terlatih dan percaya diri dalam hal pendidikan dan spiritual,” kata Ipuk
Lebih lanjut, dia berharap melaui Festival Anak Sholeh ini nantinya mampu melahirkan talenta-talenta baru yang bisa mampu bersaing dalam MTQ tingkat Jawa Timur maupun di level nasional bahkan di tingkat dunia,” tutup Ipuk dalam sambutan.
Festival Anak Sholeh bertajuk menguatkan keberagaman dan merawat keberagaman untuk mewujudkan profil pelajar Pancasila.
Festival tersebut bertujuan untuk menguatkan dan merawat keberagaman spritual, dengan berazaskan pancasila yang bertaqwa, berakhlak mulia, yang berfikir kritis, mandiri, dan kreatif.
Sebagai puncak acara, sambutan KH. Miftah Maulana Habiburrahman atau yang kerap dipanggil Gus Miftah dalam tausiahnya menyampaikan bahwa pendidikan wawasan kebangsaan dan semangat nasionalisme harus ditanamkan sejak dini karena nasionalisme pada sebagian masyarakat semakin menipis.
Maka kata Gus Mifta, dari tingkat pelajar apalagi berdasarkan hasil sebuah survei sekitar 37 persen pelajar dan mahasiswa di Jawa Timur sudah terpapar paham radikalisme dan intoleranisme.
“Upayanya harus masif karena mereka minoritas tetapi speak up sementara kita mayoritas tetapi silent, maka kita juga perlu speak up. Salah satu caranya dengan menggelar Festival Anak Soleh seperti ini,” jelas keturunan ke-9 Kiai Muhammad Ageng Besari, pendiri Pesantren Tegalsari di Ponorogo itu.
Kiai yang identik dengan blangkon pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji di Sleman, Yogyakarta dalam acara Festival Anak Soleh Tahun 2022 , memberikan contoh apabila ketemu orang Eropa atau bule kebanyakan masyarakat Indonesia merasa minder dan berfikir mereka lebih pintar dalam ilmu pengetahuan maupun dalam bidang yang lain.
Bangsa Indonesia kembali mengalami penjajah tetapi bukan secara agresi militer. Tetapi pihak luar menjajah melalui budaya, ekonomi dan ideologi.
“Kondisi ini diperparah dengan wawasan kebangsaan tidak diajarkan lagi kepada pelajar. Sehingga para guru dan tenaga pendidik perlu menyelipkan pemahaman agar para siswa mencintai Pancasila tumbuh menjadi pribadi yang toleran dan tidak terpapar radikalisme,” pungkas Gus Miftah.
Sebelum mengakhiri ceramahnya Gus Miftah melakukan dialog interaktif dengan perwakilan 3 siswa , untuk mengajukan pertanyaan atau menjawab pertanyaannya dan ketiga siswa tersebut masing-masing mendapatkan bonus 300 ribuan dari Kiai nyentrik tersebut . (Ilham Keris//JN).


Komentar