Serba angka 12, mewarnai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kampung Santri Bali. Menurut pengasuhnya Ustazd Widodo, peringatan tahun ini tema-nya serba 12, dengan maksud memudahkan edukasi bagi santriwan/watinya yang akan dengan mudah menghafalkan tanggal kelahiran Nabi 12 Rabiul Awal tahun Gajah ( Hijriyah).
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1444-H tahun ini merlestarikan tradisi adat suku using Banyuwangi dengan menampilkan 12 jodhang kembang ndog yang berhiaskan telur, buah jeruk, bumbu masak, snack, kopi sachet, serta uang kertas pecahan yang dihias sedemikian rupa.

Seperangkat cingkek beserta ubo rampenya berisi hasil bumi antara lain, singkong, ubi,jagung, kelapa, terong, sayur gundha, daun pepaya, timun, labu, kangkung, kol, tomat, terpajang digapura pintu keluar masuknya tempat perayaan.
Yang lebih unik lagi didepan semua tamu yang hadir tersedia 12 ancak ukuran besar untuk porsi @15 orang,dimana isinya adalah nasi putih,mie goreng, urapan sayur, tahu tempe bumbu kare, serta satu ekor ayam ingkung utuh bumbu pecel pithik. Dengan 120 ethuk ( piring bentuk pincuk ) bahan daun pisang untuk tempat makannya.

Suguhan buah-buahan lengkap mulai nenas, pisang, salak, jeruk, apel dan anggur juga semangka terhidang dipiring ingke dan juga disatu ancak besar untuk tamu. Roti kukus, roti lapis, roti selai, tapai ketan hitam dan tapai ketan hijau pandan juga onde-onde melengkapi keseruan perayaan Maulid di kampung santri Bali.
Ketua MWC NU Kecamatan Mengwi yang hadir beserta Ketua PAC Muslimat NU Mengwi pasutri (H. Moh Sugeng dan Hj. Sri wahyuningsih) menyatakan rasa salut dan bangga atas kekompakan dan kreatifitas warga NU di desa Munggu yang bersinergi baik sekali antara Ranting NU, Ranting Muslimat NU, Majelis Taklim Wong Agung Wilis dan jamaah santriwan santriwati juga wali santri. Dalam sambutannya berpesan agar nilai budaya yang luhur ini tetap dijaga dan dilestarikan seperti yang dilihat beliau ada anak-anak, remaja, bapak ibu, nenek kakek semua berkumpul hadir jadi satu berbahagia fiperayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Terlihat dari kehadirannya yang memenuhi tempat acara juga ketertiban saat mengikuti pra acara dibuka dengan prolog dari MC bunda Yuni , disusul patrol dan shalawat santri, acara inti Al Barjanji dan mahalul qiyam, mauidhatul khasanah oleh ustazd Widodo selaku pengasuh KSB ditutup dengan doa oleh ustazd Moh. Rasid.
Ramah tamah makan nasi ancak dan ditutup dengan pembagian parcel sebagai buah tangan bagi para pecinta Allah dan Rasul-Nya yang hadir diberikan oleh ibu-ibu Muslimat Munggu dibantu pengurus Ranting NU desa Munggu. Memaknai Maulidur Rasul sungguh kehadiran Nabi menjadi pencerah dan pembawa cahaya bagi kehidupan dunia akhirat Nurun ala Nuril Sholu Alla Nabi Muhammad. ( Ambarwati Soenarko ).


Komentar