oleh

Festival Wayang di RTH Tampo dengan Lakon “Sumelaribg Pedhut Wiratha”

Festival wayang kulit dalam rangka Banyuwangi Festival dan juga dalam rangka hari wayang kulit nasional 07 November 2022 diselenggarakan di RTH Tampo atau lapangan desa Tampo Minggu Malam Senin, (06/11/2022 ) bekerjasama antara Dinas Budaya Pariwisata Banyuwangi, Pemerintah Desa Tampo, dan Pepadi.

Festival wayang kulit ini diadakan di RTH Desa Tampo  juga dalam rangka penutupan Tampo ataupun  Tampo Fair 2002 yang diselenggarakan pada tanggal 4 sampai dengan 6 November 2022 merupakan  pameran produk unggulan UMKM khususnya Desa Tampo. Di  Desa Tampo sendiri adalah desa yang terkenal dengan kampung batiknya.

20221106_212901

Dalan festival Wayang Kulit Tahun 2022 ini dihadiri oleh oleh Asisten  2  Perekonomian Pembangunan Kabupaten Banyuwangi, kemudian oleh Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, anggota DPR RI dari PKB Nasim Khan,  Forpimka Kecamatan Cluring,  dan Kepala Desa se Kecamatan Cluring.   Dalam sambutannya kepala Desa tempuh melaporkan bahwa bawa Tampo mengatakan bahwa Tampo Fair  dilaksanakan  pada tanggal 4 sampai 6 November 2022 dalam rangka untuk menumbuhkan perekonomian kembali setelah adanya covid-19 di mana waktu covid kemarin selama 2 tahun Tampo Fair tidak dilaksanakan karena ada himbauan untuk tidak ada kerumunan.

“Acara ini digelar kembali untuk  membangkitkan kembali perekonomian masyarakat desa Tampo khususnya di mana masyarakat Desa Tampo adalah terkenal dengan Kampung batik yang begitu banyak menyerap tenaga kerja.  Di desa Tampo terdapat 5 pengrajin batik dan juga ada sekitar 7 kesenian Jaranan yang bisa dijadikan destinasi wisata yaitu paket wisata baik dari De Djawatan menuju Alas Purwo dari  Djawatan Menuju Pulau Merah atau Sukomade dan Saya berharap  disampaikan kepada dinas terkait yaitu  Dinas perhubungan hendaknya disediakan paket di mana ada bus dari Perhubungan Sabtu Minggu itu gratis di mana diadakan paket dari Jawatan bisa diarahkan menuju Kampung batik atau Desa Tampo, “harap Hasyim Ashari.

Sementara itu Drs. Dwi Yanto dalam sambutannya mengatakan bahwa sektor UMKM mampu dan tangguh disaat covid 19 sehingga perekonomian Banyuwangi mampu bertahan dan cepat bangkit kembali dari keterpurukan.

20221106_210145

“Dinas Perhubungan akan berusaha mengupayakan.paket wisata dari permintaan Kades Tampo sehingga destinasi Wisata batik dapat diwujudkan, “tegas Dwi Yanto.

Acara kemudian dilanjutkan dengan memberikan ketiga gunungan wayang dari Dwi Yanto, Kepala Dinas Pariwisata, dan Nasim Khan sebagai pertanda akan dimulainya pertunjukan oleh ketiga dalang tersebut yaitu Ki Ichwan Dwi Purbo, Ki Galuh Kidung Wibowo, dan Ki Yuwono Lebdo Carito dengan lakon “Sumelaring Pedhut Wiratha”.

Pertunjukan wayang ini berjalan semalam suntuk berjalan dengan lancar tanpa ada halangan apa pun, dan penonton pun juga banyak melihatnya dengan hikmat. (AM)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *