Ada perda di Bali tiap bus atau kendaraan pariwisata harus pakai pemandu lokal anggota Himpunan Pemandu Indonesia (HPI). Anggota HPI mesti besertifikat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Bali. Dan pemandu saat mendampingi tamu harus berbusana adat.
Hal ini disampaikan Gede Ahmad biasa teman pemandu menyapanya,namun nama aslinya Dasuki Rahmat (45), tinggal di tanah kelahiran Loloan Negara Bali dari Ayah Melayu dan Ibu Madura.
“Istri saya asal Pulau Raas dan jadi ibu 3 anak saya.Yang pertama sudah sarjana akutansi.Yang kedua dan ketiga tampaknya tak ada yang ikuti saya sebagai pemandu wisata!”ungkap Dasuki pada media ini saat dampingi rombongan Forum Banyuwangi Sehat (FBS), Jumat (25-26/11/22) keliling Pulau Dewata.

Dasuki yang awalnya gerak di kerajinan perak, sekitar 7 tahun lalu dampingi temannya asal Yogyakarta yang bawa bus ke Bali. Saat di obyek wisata saya ditegur karena tak punya id card dan tak pakai PIN HPI.
“Hikmahnya saya cari paguyuban dan lobi komisariat, bagaimana bisa punya sertifikat pemandu. Karena diklat tidak mesti ada tiap tahun, tiap diklat jumlah peserta terbatas,banyak yang ndak lulus juga serta perlu ikhtiar Ya Robbi dan Ya Lobbi, “tuturnya dengan senyum.

Ia sering dapat rombongan karena akrab dengan sopir pariwisata,biro travel dan peserta rombongan yang puas dengan panduannya. Bagi yang tidak punya akses langsung ke pemandu, “bisa hubungi HPI Disbudpar, biasanya tamu resmi atau kenegaraan, ” tukas Dasuki yang mulai rintis lagi usaha kerajinannya yang terdampak pandemi seraya sampaikan kabar gembira, esok ada rombongan Wali 7 Bali asal Pasuruan yang minta didampingi jasanya.
Ketua FBS yang juga Ketua Stikes Banyuwangi, Dr. H. Soekarjo juga akan pakai jasanya bawa Dosen, Pegawai Kampus dan Pengurus Yayasan sejumlah 99 orang keliling Pulau Bali sebagai kado sukses akreditasi dan wisuda.
Kunci sukses berkah sebagai pemandu adalah sopan, jujur, perhatikan busana,tahu psikologis tamu apakah capai atau siap menerima informasi.
“Jadi ndak harus ngomong terus selama perjalanan, ” kata Dasuki yang kuasa legenda, sejarah, ikuti info aktual tentang destinasi maupun event Bali maupun budaya daerah atau negara lain.Ia yang mengakui ndak menguasai bahasa asing, siap menerima pesanan katering, penginapan homestay atau hotel serta travel bus atau tiket tontonan seni budaya.

“Mohon maaf dan semoga happy dan puas dengan panduan saya. Yang bagus dan indah itu Bali,saya banyak khilaf, “pamit Gede Ahmad Dasuki Rakhmat yang pamungkas dampingi di Puja Mandala–kawasan bangunan 5 tempat ibadah beda agama yang diakui Negara tunjukkan semangat bhinneka tunggaal ika yang harmonis. (Bung Aguk/Pipit/JN)


Komentar