oleh

Indahnya Batik Motif Geometris Motif Kopi Pecah Dan Citak Gambir

Seorang Budayawan dan Pemerhati Adat Tradisi Osing Aekanu Hariyono memaparkan tentang Batik tulis latar Geometris Motif Citak Gambir buatan Dwi Rahayu yang dipadukan dengan sarung Motif Kopi pecah buatan tangan sang pembatik tertua di Banyuwangi, beliau adalah Mbah Sum (92).

Aekanu Hariyono yang juga sebagai pengurus inti Komunitas Osing Pelestari Adat Tradisi (Kopat) Banyuwangi, menjelaskan kepada awak media saat lounching NFK oleh ArtOs Nusantara prakarsa Langgar Art yang dikomandani Imam Maskun di Villa Solong Kelurahan Klatak Kecamatan Kalipuro Kabupaten Banyuwangi, Kamis (19/1/2023).

IMG-20230124-WA0017

Saat itu Aekanu yang mengenakan syal dan udheng (ikat kepala) batik tulis latar geometris motif Citak Gambir buatan Dwi Rahayu terlihat serasi dipadukan sarung motif Kopi Pecah buatan tangan keriput Mbah Sum neneknya.

Motif batik Osing Banyuwangi “Kopi Pecah dan Citak Gambir” ini memang tidak tampak seperti bentuk fisik dari kopi maupun gambir. Namun terlihat sangat artistik karena stilir kopi maupun gambir yang seolah ditata secara geometris dari titik dan garis membentuk bidang persegi dengan garis diagonal yang berulang-ulang menutup bidang kain.

Ragam hias geometris ini tampak dari stilasi flora dan fauna dengan perpaduan warna agak gelap yang menghasilkan corak yang terkesan elegan.Harmoni antara latar kopi pecah maupun Citak gambir dengan tambahan ornamen hias seperti kupu-kupu, dedaunan dan burung-burung yang hinggap di ranting terlihat sangat bagus. Bahkan beberapa goresan canting panas dari tangan keriput mbah Sum (92 tahun) yang tidak merata ini justru memberi kesan tersendiri hasilnya dalam lembaran kain batik.
Sementara itu geometris lain yang membentuk tumpal yang memiliki bentuk dasar bidang segitiga, membentuk pola berderet sebagai hiasan tepi mempunyai nilai estetika dan filosofi yang tinggi.

IMG-20230124-WA0016

Banyak ahli batik mengatakan bentuk tumpal seperti ini sebagai ciri batik-batik pesisir yang banyak mendapat pengaruh dari China. Dalam segitiga diisi dengan motif timbuh-tumbuhan, hewan bahkan ada yang berisi motif pergayaan dari lidah api. Motif tumpal ini sering disebut juga Motif Pucuk Rebung.

(AWI – Kiling Osing Banyuwangi).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *