oleh

Monitoring Absensi Hari Pertama Usai Cuti Idul Fitri 1444 H

Kecanggihan teknologi memudahkan kita semua, hikmah pandemi yang batasi tatap muka massal. Hal ini terbukti dengan kegiatan monitoring kehadiran ASN secara virtual di lingkungan Kantor Kemenag Banyuwangi yang meliputi ASN di KUA Kecamatan, Madrasah Negeri maupun Swasta serta ASN di bawah naungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Rabu (26/04/2023).

Pantauan melekat kegiatan dapat terlaksana secara efektif dan efisien tanpa harus datangi dan pergi monitoring ke lembaga yang jaraknya sangat jauh dan membutuhkan transportasi yang cukup lama dan biaya tertentu.Biaya paket data dan mitra media bisa jadi solusi di era online.

IMG-20230426-WA0037

Dalam Kegiatan monitoring secara virtual tersebut Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Banyuwangi menyampaikan beberapa hal diantaranya penyampaian ucapan selamat hari Raya Idul Fitri saling mendoakan dan mohon maaf lahir dan batin, arahan tentang peningkatan kinerja yang lebih baik dalam melayani masyarakat dengan semangat serta momentum Idul fitri 1444 H.

“Atas nama pribadi dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi kami mohon maaf atas kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak serta terima kasih atas dukungan inovasi inspirasi program oleh intern maupun mitra kemenag, ” kata Dr. Amak Burhanudin.

Selanjutnya para kepala KUA dan kepala madrasah serta pengawas diminta untuk melaporkan kehadiran ASN di Lingkungan masing masing secara bergantian. Adapun terkait data pendukung disiapkan juga Google form untuk diisi oleh masing masing instansi terkait kehadiran ASN.

IMG-20230426-WA0036

Amak menyampaikan bahwa zaman sudah berubah, ayo manfaatkan teknologi yang sudah ada untuk kegiatan kegiatan sehingga bisa lebih menyeluruh, tepat guna dan berdaya guna.

Salah satu staf Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Ahmad Fauzie menyampaikan bahwa sudah menjadi tradisi di kantornya, pada hari pertama masuk kerja, pegawai membawa masakan tradisional Banyuwangi untuk di makan bersama.

“Diruangan kami membawa kopat lepet plus geseng mentok, sebuah masakan khas yang ketika ada tamu dari luar kota sangat puas menyantapnya, ” kata karyawan kelahiran Jalan KH Harun Tukangkayu itu.
Setiap ruangan dengan jenis masakan yang berbeda, dan dapat dinikmati siapa saja yang menginginkannya.

Sedang Kepala MI di Tampo Cluring, Ahmad Masduki, SP, M.Pd. berharap juga halal bihalal tatap muka per KKM atau kecamatan yang bersinggungan tiap hari tetap ada karena tak sempat unjung-unjung nikmati hidangan yang disiapkan dalam toples ataupun di kaleng blek yang gambar dan isinya beda itu. (Syaf/Aguk/JN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *