Pelaku Usaha UMKM di Kabupaten Banyuwangi padati Pendopo Sabha Swagata Banyuwangi, Sabtu (19/08/23) hadiri sosialisasi sertifikasi produk halal. Selain sinau mereka juga langsung dapat memproses sertifikat halal dalam program SEHATI (Sertifikat Halal Gratis) atau Self Declare dengan didampingi para pendamping PPH dari Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, dan beberapa pendamping PPH dari lembaga lainnya.Ini layanan merdeka halal dalam nuansa 78 Tahun Indonesia Merdeka.Gebyar gebyah uyah halal yang sebelumnya dikelola ormas agama.
Dengan judul Akselerasi 1000 Sertifikasi Halal bagi pelaku UMKM di Banyuwangi dibuka oleh Dr. Abd. Syakur, M.Si, Kepala Pusat Kerja Sama dan Standarisasi Halal, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal Kementerian Agama Republik Indonesia.

” Tahun depan semua produk harus sudah bersetifikat halal, dan UMKM di Kabupaten Banyuwangi harus naik kelas. Bahwa saat ini yang berwenang untuk menerbitkan serifikat halal adalah BPJPH Kementerian Agama, “katanya.
Ketua Satgas Halal Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi H Moh. Jali menyampaikan bahwa para pendamping PPH telah bekerja maksimal, sehingga target sertifikat halal untuk Kabupaten Banyuwangi dapat terpenuhi.
Selain sosialisasi, para pelaku usaha juga dapat langsung memproses sertifikat halal di tempat, yang dipandu oleh para pendamping PPH yang hadir dalam kegiatan tersebut.

” Sebenarnya ada 296 pendamping produk halal di Kabupaten Banyuwangi, namun yang aktif sekitar 60 saja, ” kata Jali.
Ketua Halal Center UNIBA Banyuwangi Dr. Novi Prayekti menyampaikan bahwa, sebagai satu-satunya LPPPH yang ada di Kabupaten Banyuwangi mendukung penuh proses sertifikat halal, baik yang Self Declare maupun Reguler.
Salah satu pelaku UMKM dari Kecamatan Rogojampi Supinah dengan merk usaha Fina Nastar menyampaikan banyak terima kasih karena sudah dibantu dalam proses untuk mendapatkan sertifikat halal.
” Saya dibantu Mas Syafaat dari Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi dari mulai mendapatkan NIB (Nomor Induk Berusaha) hingga proses sertifikat halal, ” kata Supinah sumringah.
Sekretaris Perkumpulan Komunitas Gotong-royong Empat Puluh Lima,Andrianto pada media ini sampaikan UMKM Sinergi Gotong royong’ dan Koperasi Segoro’45 binaan lembaganya banyak yang sudah urus sertifikasi halal dan mendampingi masyarakat lainnya untuk sinau lalu naik kelas.
“Semoga sinergi dinas lokal bisa berlanjut ke CSR atau dana hibah atau dana lunak KUR maupun LPDB untuk kesejahteraan anggota dan masyarakat luas juga segera menyentuh dampingannya, ” tutur aktivis sosial ini.
Mewakili Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani yang berhalangan hadir, Asisten Kesejahteraan Rakyat Drs.H.Dwi Yanto M.M, menyampaikan bahwa ketika terjadi krisis ekonomi karena pandemi kemarin, yang lebih banyak bertahan adalah para pelaku UMKM.
” Semoga sebentar lagi bandara kita dapat melayani jama’ah Umroh, wisata di Banyuwangi yang semakin meningkat, maka usaha UMKM di Banyuwangi juga meningkat, ” tandas mantan Plt Dinas Pendidikan ini..(Syaf/Aguk/JN-Kebondha)


Komentar