BANYUWANGI, Jurnalnews – Semarak peringatan Hari Ulang Tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-78 begitu terasa di tiga Dusun yang berlokasi di Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, Banyuwangi.
Karnaval yang begitu dinantikan ini berhasil digelar dengan semangat tinggi, menjadi momen istimewa setelah pandemi Covid-19 melanda seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Tradisi karnaval sebelumnya selalu diadakan oleh pihak kecamatan, namun kali ini Desa Benculuk mengambil inisiatif untuk mengadakan perayaan kemerdekaan di tingkat dusun.
Wilayah Desa Benculuk mencakup 5 dusun yaitu Dusun Krajan, Purwosari, Kebonsari, Kemeloso, dan Rejosari, karnaval kali ini hanya dihadirkan oleh tiga dusun yang memberi warna khusus pada perayaan ini, yaitu Dusun Kebonsari, Kemeloso, dan Rejosari.
Inisiatif berharga ini bermula dari tiga individu berdedikasi, yakni Haniful Adib yang merupakan Kadus dari Dusun Kebonsari, Ahmad Mudori dari Dusun Kemeloso, dan Ali Maksum dari Dusun Rejosari. Dengan energi yang luar biasa, mereka berhasil merancang dan mewujudkan karnaval sebagai bentuk penghormatan dan perayaan ulang tahun RI yang ke-78.
Karnaval menjadi simbol semangat dan kegembiraan atas kemerdekaan yang telah diraih. Di tahun yang istimewa ini, karnaval menjadi wujud konkret dari semangat kebersamaan yang tak pernah pudar, meskipun sempat terhenti oleh pandemic Covid – 19.
Salah satu inisiator utama dalam penyelenggaraan karnaval dusun adalah Ali Maksum, yang menjabat sebagai Kadus di Dusun Rejosari. Ia menjelaskan bahwa kesuksesan acara tersebut tak lepas dari solidaritas dan kekompakan warga dalam merayakan Hari Kemerdekaan.
“Konsep ini menjadi kenyataan berkat sinergi yang luar biasa di antara para pemuda, dan kami kemudian membimbing proses perwujudan karnaval dusun melibatkan tiga dusun,” tutur Ali Maksum.
Ali Maksum menambahkan bahwa kegiatan karnaval ini benar-benar bermula dari gagasan dan usulan internalnya, dan bukan berasal dari inisiatif Desa. Oleh karena itu, jika Desa tertarik untuk mengadopsi konsep ini, perlu dijaga dengan sungguh-sungguh agar esensi yang ia bangun tetap terjaga dan tidak diubah.
“Kami ingin menjaga agar jalur yang telah kami rintis tetap utuh di sini di Kebonrejo (Kebonsari,Kemeloso,Rejosari),” tegasnya.
Sementara itu, suasana meriah masih terasa, Karnaval Dusun Kebunrejo mengambil langkah yang benar-benar kreatif dan tak terbatas, dengan mengangkat konsep “Kreativitas Tanpa Batas” yang dituangkan dalam penggunaan barang bekas.
Karnaval ini berhasil menarik partisipasi dari berbagai kalangan, mulai dari TK, SD, SMP, SMA, hingga masyarakat umum. Tak kurang dari 42 grup peserta turut memeriahkan acara ini, dengan jarak tempuh yang mencapai sekitar 4 kilometer.
Konsep “Kreativitas Tanpa Batas” menjadi sebuah inspirasi yang berani, menunjukkan bahwa ide-ide segar dan tak terduga bisa muncul dari hal-hal yang tampak sederhana.
Peserta karnaval tidak hanya terbatas pada kelompok usia tertentu, melainkan melibatkan seluruh spektrum pendidikan dari tingkat TK hingga SMA. Bahkan, partisipasi masyarakat umum juga ikut menambah semarak perayaan.
Sebanyak 42 grup peserta dengan semangat tinggi dan kreativitas luar biasa telah menghasilkan rangkaian pawai yang memukau. Dengan jarak tempuh sekitar 4 kilometer, mereka melalui jalanan dengan semangat kemerdekaan yang membara dan semarak.
Karnaval ini telah menjadi ekspresi nyata dari keragaman, semangat gotong royong, dan rasa bangga terhadap kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-78.
Tak hanya di situ, suasana bersemangat ini juga mendapat pengakuan dari salah satu peserta yang tak bisa menyembunyikan kepuasannya. Dalam komentarnya, Dewi dengan antusias menyatakan.
“Kami sangat senang dan puas. Ini kali pertama dilaksanakan di dusun kami, dan yang lebih istimewa, jalur karnaval juga melewati wilayah kami yang mencakup tiga dusun. Semoga tahun depan acara serupa tetap bisa diadakan di sini,” ucapnya.
Dengan semangat tak terbendung, ribuan warga memenuhi tepian jalan sepanjang 4 kilometer. Meski terik matahari menyinari mereka, semangat mereka tetap menyala, tidak berkurang sedikit pun. Mereka menantikan dengan antusias momen pawai karnaval yang penuh warna, serta atraksi joget dan pakaian khas adat nusantara yang dikenakan dengan penuh kebanggaan.
Penulis : Rony Subhan


Komentar