oleh

Kulepas Si Bungsu Di Tanah Rantau

Jumat,  04/08/2023 pukul 13.30 wib Saya meninggalkan kota Banyuwangi propinsi Jawa Timur yang berjuluk Kota Gandrung menuju kota Kutai Timur propinsi Kalimantan timur dengan mengendarai kendaraan roda empat, saya transit di kota Jember terlebih dahulu karena mendengar berita bahwa kapal yang akan saya tumpangi di tunda pemberangkatan nya yang terjadwal hari Sabtu di undur hari Minggu. Pukul 20.45 kendaraan yang saya tumpangi mulai masuk ke Kapal laut yang akan membawaku ke Pulau Kalimantan dengan menempuh pelayaran selama 30 jam dari Pelabuhan Tanjung Perak menuju Pelabuhan Semayang Balikpapan.

Perjalananku menghantar si bungsu untuk mencari pengalaman hidup usai lulus Sekolah Menengah Atas.

“Saya dan si bungsu sama sekali buta akan tanah Kalimantan sebagai tanah tujuan, tetapi karena tekad untuk mencari pengalaman baru, berangkatlah kami dengan terlebih dahulu berdiskusi tentang apa yang akan dikerjakan sesampai di tanah rantau. Orang orang yang aku tinggalkan berharap semoga si Bungsu kerasan dan bisa mengais rejeki di tanah rantau. Semua berkumpul untuk memberi ucapan selamat jalan atas keberangkatanku dan mereka semua berdo’a diberi keselamatan serta berharap semoga sukses, “harapnya.

Kawan-kawanku dari Kopat (Komunitas Osing Pelestari Adat Tradisi) Banyuwangi, juga memberikan ucapan Selamat Jalan Kepada ku diantaranya Wowok Meirianto ketua umum Kopat, Aekanu Hariyono Budayawan & Pemerhati adat Osing, Masduki S.Pd Pimred Majalah Kebhunda dan teman teman pengurus serta anggota Kopat lainnya.

Juga teman teman pedagang Pasar Blambangan dan teman teman Keluarga Mahasiswa Sejarah Unej banyak yang memberikan ucapan yang sama kepadaku.
Kapal sandar pukul 12.00 Wita tetapi tidak bisa langsung bongkar karena air laut di Pelabuhan Semayang Balikpapan dalam keadaan surut, pukul 19.30 Wita kapal baru bisa bongkar dan saya transit terlebih dahulu di Samarinda karena waktu sudah malam.

Pukul 05.00 Wita saya melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan segara yaitu pelabuhan kecil yang mengantar kami menyebrang lagi selama 30 menit menuju dusun Belidan desa Marukangan kec sandaran kab Kutai timur. Setelah 2 jam kami berkendara, sampailah di tempat yang kami tuju. (AWI)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *