oleh

Karnaval HUT RI di Desa Sraten: Simbol Petani dan Kerbau sebagai Pilar Kemakmuran

BANYUWANGI, Jurnalnews – Perayaan kemerdekaan dalam rangka ulang tahun HUT RI yang ke-78 di Desa Sraten, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, berlangsung dengan semarak. Acara ini dihadiri oleh lima kelompok pelajar tingkat TK dan lima kelompok pelajar SD. Tidak hanya itu, sebanyak 25 kelompok peserta dari kalangan masyarakat umum juga turut ambil bagian.

Salah satu peserta yang menarik perhatian dari kalangan masyarakat adalah grup karnaval yang dipimpin oleh Fahru, seorang warga dari Dusun Krajan, Desa Sraten. Partisipasi mereka berhasil mencuri simpati penonton. Dalam konsep pergelaran ini, petani dianggap sebagai pilar utama dalam menciptakan kemakmuran.

“Dalam konsep yang saya sengaja buat, petani diangkat sebagai pilar utama dalam upaya menciptakan kemakmuran,” ungkap Fahru dalam wawancara dengan Jurnalnews.com.

Tak hanya itu, menurutnya, dalam perayaan karnaval kemerdekaan ini kami menciptakan replika kerbau dan peserta berbusana kerbau. Kami memilih kerbau karena ia melambangkan kedamaian dalam hidup kita dan juga menjadi simbol kekuatan pertahanan yang luar biasa. Visi yang terkandung dalam sosok kerbau ini menjadi representasi dari semangat kerja keras untuk meraih kemajuan material.

Dalam perayaan yang dilaksanakan sepanjang jalur utama acara, Fahru tampil dengan naik di atas patung raksasa kerbau yang dirancang secara khusus. Acara ini melibatkan peserta yang berpakaian layaknya kerbau, mengenakan busana khas yang terinspirasi dari ciri khas kerbau.

Foto : kekompakan mereka terlihat dalam foto bareng. (Doc, Istimewa).
Foto : kekompakan mereka terlihat dalam foto bareng. (Doc, Istimewa).

Dengan tubuh mereka yang dilapisi warna hitam pekat dan mata yang diberi sentuhan warna merah, para peserta berhasil menciptakan kesan yang kuat, berani, dan tangguh seperti makhluk kerbau itu sendiri.

Selain itu, peserta juga memakai hiasan kepala dan tanduk tiruan yang menambahkan kesan otentik pada kostum mereka, sementara langkah-langkah mereka di sepanjang jalur perayaan menciptakan suara gemuruh seperti langkah kerbau sebenarnya. Semua elemen ini berhasil menciptakan suasana yang mendalam dan memikat dalam perayaan karnaval kemerdekaan.

Dalam pandangannya, Fahru berharap bahwa konsep karnaval yang ia bawakan dapat menjadi sumber inspirasi bagi semua orang untuk terus bekerja keras demi meraih tujuan dan impian mereka.

Melalui simbolisme kerbau sebagai lambang perjuangan dan kekuatan, ia berharap agar semangat dan usaha keras ini menggelorakan semangat untuk mencapai maksud dan tujuan dengan gigih serta tekun.

Penulis : Rony Subhan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *