oleh

Meriahnya Karnaval Kemerdekaan; SMP Negeri 2 Cluring Memukau dengan Pagelaran Kolosal Tari Kecak

BANYUWANGI, Jurnalnews – Meriahnya perayaan kemerdekaan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-78 terlihat jelas dengan berbagai acara dan perlombaan agustusan yang digelar di seluruh penjuru nusantara.

Salah satu momen bersejarah tersebut turut dirayakan dengan meriah di SMP Negeri 2 Cluring, sebuah institusi pendidikan negeri yang terletak di Desa Tamanagung, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi.

Foto : Penampilan karnaval SMPN 2 Cluring, Tarian kecak jadi sorotan mata penonton. (Doc, Rony).
Foto : Penampilan karnaval SMPN 2 Cluring, Tarian kecak jadi sorotan mata penonton. (Doc, Rony).

SMP Negeri 2 Cluring ikut berpartisipasi dalam karnaval kemerdekan yang diselenggarakan oleh pihak Desa Tamanagung dalam memperingati hari kemerdekaan dengan menyelenggarakan serangkaian kegiatan istimewa.

Mereka mempersembahkan karnaval yang begitu mengesankan, mulai dari berbagai busana adat hingga pertunjukan tari kolosal yang sarat nilai-nilai budaya dan keagamaan, salah satunya adalah tarian Kecak yang memiliki makna sakral dan telah dikenal luas di Bali maupun di seluruh Indonesia.

Foto : Tarian kecak diperankan siswa SMPN 2 Cluring, di karnaval kemerdekan desa tamanagung, kecamatan cluring. (Doc, Rony).
Foto : Tarian kecak diperankan siswa SMPN 2 Cluring, di karnaval kemerdekan desa tamanagung, kecamatan cluring. (Doc, Rony).

Peserta dari SMPN 2 Cluring tampil dengan begitu memukau, mampu menarik hati dan perhatian warga yang memadati acara tersebut.

Salah satu penampilan kolosal yang menjadi sorotan adalah tarian yang mirip dengan Kecak, di mana sejumlah siswa duduk melingkar dan satu anak memakai topeng berdiri di tengah-tengah, mengangkat tangannya dengan gagah, dan bukan tokoh Hanoman seperti dalam tarian aslinya.

Meskipun demikian, hal ini justru menggambarkan kreativitas siswa dalam menyajikan sebuah karya seni yang unik, yang mungkin diinspirasi oleh semangat perayaan kemerdekaan.

Tarian kolosal ini, meskipun memiliki kemiripan dengan tari Kecak, memiliki sentuhan yang berbeda dan segar. Hal ini menunjukkan semangat siswa SMPN 2 Cluring dalam memberikan hiburan kepada masyarakat dan merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-78 dengan cara yang unik dan menarik.

Foto : siswi SMPN 2 Cluring ikut berpakaian kebaya mirip pakaian adat Bali, dikarnaval kemerdekan, di desa tamanagung. (Doc, Rony).
Foto : siswi SMPN 2 Cluring ikut berpakaian kebaya mirip pakaian adat Bali, dikarnaval kemerdekan, di desa tamanagung. (Doc, Rony).

Dengan persembahan tersebut, mereka berhasil membawa kegembiraan dan semangat nasionalisme kepada seluruh penonton, semakin memeriahkan suasana perayaan kemerdekaan di Kabupaten Banyuwangi.

Dalam rangkaian acara yang penuh semangat ini, Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Cluring, Drs. Seneng Hariyanto, antusias memaparkan makna mendalam di balik pagelaran kolosal yang dipersembahkan oleh para siswa.

Menurutnya, tarian kolosal yang begitu menarik perhatian, seperti tari Kecak yang dihadirkan dalam karnaval kemerdekaan, merupakan salah satu bagian dari konsep besar yang diberi judul “Pelangi Nusantara.”

“Terutama tarian kolosal yang menyerupai tari Kecak dari Bali, yang tampil gemilang selama karnaval kemerdekaan, telah menjadi pusat perhatian para penonton. Tarian ini ternyata menjadi bagian penting dari konsep yang kami namakan ‘Pelangi Nusantara’,” ungkapnya.

Dalam pernyataannya, mengungkapkan bahwa tarian tersebut menjadi sebuah simbol dari keragaman yang ada di Indonesia, di mana berbagai budaya, etnis, dan keindahan alam bersatu dalam satu kesatuan yang indah.

Konsep “Pelangi Nusantara” tersebut mencerminkan semangat “Bhinneka Tunggal Ika,” yang menggambarkan bahwa meskipun memiliki perbedaan, bangsa Indonesia tetap bersatu dalam keanekaragaman yang mengagumkan.

Dengan penuh semangat, beliau mengungkapkan esensi dari tarian kolosal ini, menjelaskan betapa pentingnya mewarisi dan merayakan keanekaragaman budaya Indonesia dalam suasana perayaan kemerdekaan. Dengan demikian, tarian yang mirip dengan tari Kecak tersebut mengandung makna yang jauh lebih dalam dalam konsep perayaan “Pelangi Nusantara.”

Foto : peserta siswi SMPN 2 Cluring, mengiringi tarian kecak mereka berpakaian serba hitam mirip baju adat Bali. (Doc, Rony).
Foto : peserta siswi SMPN 2 Cluring, mengiringi tarian kecak mereka berpakaian serba hitam mirip baju adat Bali. (Doc, Rony).

Dalam semangat meriahkan karnaval kemerdekaan, Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Cluring dengan penuh antusias memimpin upaya menurunkan sekitar 500 siswa. Langkah ini memiliki tujuan yang luhur, yakni mengembangkan potensi pribadi para siswa.

“Kami dengan bangga menerjunkan sekitar 500 siswa untuk berpartisipasi dalam karnaval kemerdekaan yang diadakan oleh Desa Taman Agung,” jelasnya.

Itulah yang menjadi salah satu dasar kuat bagi SMPN 2 Cluring dalam memilih sub tema “Pelangi Nusantara” untuk dihadirkan dalam pawai budaya yang menakjubkan, sebagai bagian dari perayaan karnaval untuk memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-78.

Penulis : Rony Subhan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *