oleh

Pembangunan Infrastruktur dan Pemberdayaan Masyarakat: Desa Jajag Mewujudkan Perubahan

BANYUWANGI, Jurnalnews – Desa Jajag, terletak di kecamatan Gambiran, berada di jalur utama dari Banyuwangi menuju Kabupaten Jember. Selama tahun terakhir, dari 2022 hingga 2023, terjadi banyak perubahan signifikan baik dalam pembangunan fisik maupun dalam peningkatan sumber daya manusianya (SDM).

Dengan luas wilayah seluas 816 hektar dan populasi sekitar 18.369 jiwa, masyarakatnya memiliki berbagai sumber penghasilan, termasuk PNS, perdagangan, pertanian, dan berbagai usaha mandiri. Desa ini terbagi menjadi 5 dusun, yakni Dusun Bulusan, Dusun Kampung Baru, Dusun Krajan, Dusun Petahunan dan Dusun Yosowinangun.

Menurut Kepala Desa Jajag, Suparno SH, desa ini telah mencapai banyak kemajuan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya, termasuk dalam pembangunan infrastruktur dan pengembangan SDM.

Dalam rentang tahun 2022 hingga 2023 saja, telah terlaksana 6 proyek pembangunan fisik serta 4 program pemberdayaan SDM, dan bantuan melalui program ketahanan pangan.

“Kami terus berupaya untuk memajukan Desa Jajag. Pada tahun ini saja, kami telah menyelesaikan 3 proyek fisik menggunakan alokasi Dana Desa dan 3 kegiatan proyek lainnya melalui program usulan dari masyarakat,” ungkapnya.

Foto : Kepala Desa Jajag Suparno SH. (Doc. Rony Subhan).
Foto : Kepala Desa Jajag Suparno SH. (Doc. Rony Subhan).

Hasil pencapaian pembangunan fisik melalui alokasi dana desa (DD) antara lain mencakup proyek pavingisasi yang terletak di Dusun Petahunan. Selain itu, pembangunan plengsengan irigasi juga dilaksanakan di Dusun Yosowinangun sebagai bagian dari program ketahanan pangan.

Pembangunan ini juga responsif terhadap usulan masyarakat, seperti rehabilitasi satu mushola dan tiga masjid. Selain itu, proyek pembangunan jalan paving tersebar di delapan lokasi, dan pembangunan plengsengan dilakukan di delapan titik berbeda. Terakhir, satu proyek pembangunan pagar makam di Dusun Bulusari juga berhasil direalisasikan.

Selain itu, pemberdayaan SDM juga telah diwujudkan melalui berbagai inisiatif, seperti penyelenggaraan 4 program pelatihan bagi warga desa.

Pemuda diberikan pelatihan keterampilan dalam sablon, sementara ibu-ibu PKK diberikan bekal dalam pelatihan cara membuat kue. Sebagian pemuda juga mendapatkan pembekalan dalam seni menganyam bambu, menciptakan karya seni yang tidak hanya memperkaya budaya tetapi juga meningkatkan pendapatan. Dan yang tidak kalah penting, segera diadakan pelatihan dalam pembuatan kerajinan dari bahan paralon yang relevan dengan pertanian modern tanpa menggunakan media tanah, tetapi dengan memanfaatkan media air.

Tidak hanya itu, pemerintah Desa Jajag telah menginisiasi program ketahanan pangan dengan menyediakan bantuan ternak dan bibit tanaman kepada masyarakat.

“Kami juga telah mengalokasikan bantuan melalui program ketahanan pangan untuk kelompok ternak dan mendistribusikan bibit tanaman yang memberikan manfaat bagi warga,” ujar Kepala Desa Jajag, Suparno SH

Prestasi yang telah diraih oleh Kepala Desa Jajag patut mendapat apresiasi tinggi. Meskipun negara ini baru saja pulih dari krisis ekonomi yang diakibatkan oleh pandemik Covid – 19, pemerintah Desa Jajag berhasil menjalankan program-program sejalan dengan visi dan misi Kabupaten Banyuwangi Raibon.

Kepala Desa Jajag, Suparno SH, berharap bahwa meskipun masa jabatannya akan berakhir pada Desember 2023, upaya yang telah dilakukan selama tahun 2023 akan tetap berlanjut.

“masih ada beberapa lokasi pembangunan plengsengan yang belum kita perbaiki, serta Lapangan Jajag yang masih memerlukan perhatian pembangunan tambahan. Seperti dibagian depan lapangan, penting untuk memiliki Ruang Terbuka Hijau (RTH), sementara di bagian belakangnya, fasilitas olahraga akan menjadi tambahan yang sangat dibutuhkan masyarakat.” Ungkapnya.

Penulis : Rony Subhan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *