BANYUWNGI, Jurnalnews – Pristiwa kecelakan kapal pencari ikan kembali terjadi, kali ini kapal milik nelayan Muncar terbakar, 4 unit perahu Gardan terbakar di dermaga ujung Muncar, wilayah itu di Dusun Muncar, Desa Kedungrejo, kecamatan Muncar, Banyuwangi, jawa Timur. Selasa (12/09/2023).
Pristiwa itu terjadi pada Senin 11 September 2023, pukul 17.20 Wib pada titik koordinat koordinat -8.442907° S – 114.347066° E. info terbakarnya kapal nelayan itu dilaporkan warga ke petugas anggota Pos Angkatan Laut Muncar.
Kisah ini dimulai ketika di sekitar dermaga terlihat cahaya kecil yang memikat perhatian. Api itu membara dengan riuh di antara perahu-perahu yang telah lama ditinggalkan, rusak, dan terbengkalai. Pada awalnya, masyarakat mengira mungkin ada seseorang yang tengah membakar ikan, tetapi ternyata, kapal Gardan lah yang tersulut api.
“Awalnya, banyak yang menganggap ini hanyalah tanda bahwa seseorang mungkin tengah mebakar ikan, sehingga tidak terlalu mendapat perhatian serius,” kata Kasat Polairud Polresta Banyuwangi Kompol Mansyur Ade.
Namun, dalam sekejap, situasi mulai berubah. Angin yang kencang tiba-tiba menerpa, dan api kecil tersebut berkembang dengan cepat. Dalam waktu singkat, tiga perahu yang sudah dalam kondisi rusak dan hancur terperangkap dalam bara tersebut.
Kecelakaan ini akhirnya menarik perhatian warga sekitar, yang segera bergerak untuk mencoba memadamkan api dengan cara manual, dengan harapan agar api tidak merambat lebih luas lagi.
Sekitar pukul 17.20 WIB, petugas pemadam kebakaran akhirnya mendapatkan laporan tentang insiden ini dan segera bergerak menuju tempat kejadian. Dengan sigap, mereka mulai bekerja keras untuk menjinakkan api yang telah mengamuk. Melalui upaya yang gigih dan kerja sama yang solid, pada akhirnya, sekira pukul 18.30 WIB, mereka berhasil mengendalikan dan memadamkan api tersebut.
Ternyata, kebakaran yang melibatkan empat unit kapal ini memiliki latar belakang yang menarik. Dua dari empat kapal yang terbakar sebenarnya sudah tidak lagi digunakan oleh pemiliknya. Mereka telah menjadi benda yang rusak dan terabaikan. Sementara itu, dua kapal lainnya masih tetap dimiliki oleh pemiliknya yang sah.
Kompol Mansyur Ade, menambahkan,”Dua kapal yang masih memiliki pemilik adalah milik Mulyadi (yang kini telah meninggal dunia) dengan alamat di Kalimoro, Dusun Muncar, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar. Kapal kedua dimiliki oleh seorang bernama Asnal, yang alamatnya berada di Dusun Palurejo, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar. Total kerugian kurang lebih Rp. 7 juta,” jelasnya.
Dari peristiwa ini, beruntungnya tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, hanya kerugian materi yang signifikan yang terjadi.
Penulis : Jaenudin. Rony Subhan.


Komentar