oleh

Tim PKM Riset Sosial Humaniora FKIP-UNEJ Berhasil Terapkan Media Pembelajaran Fisika Berbasis Kearifan Lokal

Jember, 30 September 2023. Kalian tau ga sih rancang media pembelajaran fisika apa yang dapat mendukung pembelajaran fisika saat ini? Kira-kira seperti apa sih rancang media pembelajaran fisika yang cocok untuk diterapkan di sekolah? Yuk, simak lebih lanjut terkait media pembelajaran fisika yang diintegrasikan ke dalam budaya tradisional Jember.

IMG-20230930-WA0029

Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) mendorong proses pembelajaran terus berkembang untuk membantu siswa menghadapi tantangan globalisasi. Saat ini, teknologi digital menjadi penting dalam pembelajaran, khususnya pembelajaran fisika. Salah satu inovasi yang dapat dikembangkan ke dalam pembelajaran fisika adalah teknologi Augmented Reality (AR). Penggunaan AR memiliki banyak manfaat di kelas, salah satunya adalah memvisualisasikan konsep abstrak menjadi lebih mudah dipahami, meningkatkan pemahaman tentang struktur objek, serta mendorong berpikir kritis dan imajinasi siswa. Oleh karena itu, media pembelajaran berbasis Augmented Reality dapat menjadi media alternatif dan inovatif yang menarik untuk meningkatkan minat siswa dalam pembelajaran fisika di sekolah.

Tim mahasiswa PKM Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) dari Program Studi Pendidikan Fisika, FKIP – Universitas Jember yaitu Safina Aulia Sani, Rike Dwi Wulandari, Nilam Cahya Kusumaningtyas, Zhahrotun Nurroniah dan Sakti Kalisa Sefanda dengan bimbingan langsung oleh Dosen Pendidikan Fisika Lailatul Nuraini S.Pd., M.Pd., CIQnR., M.C.E, telah berhasil merancang media pembelajaran bermuatan kearifan lokal tari lahbako mengangkat tentang project visual sains Jember Traditional Dance berbasis Augmented Reality pada pembelajaran fisika yang telah diterapkan di beberapa sekolah di Kabupaten Jember.

IMG-20230930-WA0031

Dalam proses implementasi, tim PKM-RSH berhasil menguji efektivitas penggunaan media melalui kegiatan pre-test, proses pembelajaran fisika menggunakan model Problem Based Learning disertai media Jember Traditional Dance Augmented Reality dan diakhiri dengan kegiatan post-test, serta angket untuk mengkaji minat pengguna terhadap media yang telah dibuat oleh tim RSH.

Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan di beberapa sekolah didapatkan hasil data pada tiga sekolah menunjukkan hasil bahwa media pembelajaran yang sudah dibuat oleh tim PKM RSH berhasil meningkatkan hasil belajar fisika dan minat belajar fisika siswa. Berdasarkan tanggapan guru, kegiatan ini disambut baik oleh guru Fisika yang ada di SMA sasaran penelitian bahwa guru kelas sangat mendukung adanya penerapan media belajar Fisika berbasis Augmented Reality dengan mengkaji budaya lokal.(Miskawi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *