BANYUWANGI, Jurnalnews – Kampanye calon kepala desa Bubuk, yang terletak di kecamatan Rogojampi, kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, berlangsung meriah pada hari ini, Sabtu (21/10/2023). Dalam kurun waktu empat hari, tepatnya pada tanggal 25 Oktober mendatang, warga desa Bubuk akan menentukan pemimpin baru mereka melalui Pemilihan Kepala Desa (Pilkades).
Dua calon berlaga dalam kontestasi ini, pertama adalah H. Panhari, yang telah memimpin desa ini selama dua periode berturut-turut, dan yang kedua adalah Slamet, seorang calon baru yang mampu mengumpulkan dukungan signifikan dari warga masyarakat desa Bubuk.
Membuat Pilkades ini semakin menarik adalah dukungan khusus yang diberikan oleh M. Yunus Wahyudi, seorang aktivis kontroversial di kabupaten Banyuwangi yang sering dijuluki sebagai “Si Harimau Blambangan.” Yunus, panggilan akrabnya, memberikan dukungannya kepada Slamet, calon baru tersebut.
“Saya yakin, jika Slamet diberi kepercayaan untuk memimpin desa Bubuk, dia akan menjadi pemimpin yang amanah. Saya sudah mengenal beliau selama bertahun-tahun, dan kami berdua memiliki latar belakang dalam dunia pergerakan,” jelasnya.
Menurut Yunus, antusiasme warga saat bertemu dengan Slamet selama kampanye sangat mencolok. “Saya pribadi menyaksikan dengan mata kepala sendiri sejauh mana warga merespon kehadiran Slamet dalam kampanyenya. Dari yang tua hingga muda, laki-laki maupun perempuan, semuanya tampak begitu bersemangat. Banyak di antara mereka yang secara tulus bersalaman dan merangkul Slamet, bahkan ada yang tidak dapat menahan air mata. Mereka mendoakan agar Slamet bisa terpilih sebagai kepala desa Bubuk yang baru. Dari pengamatan saya, intinya adalah warga desa Bubuk sangat mendambakan perubahan,” tandas Yunus.
Dengan dukungan kuat dari aktivis yang kontroversial ini, kandidat Slamet semakin menarik perhatian dalam Pilkades yang akan datang. Warga desa Bubuk sekarang dihadapkan pada pilihan yang menarik antara pengalaman panjang kepemimpinan H. Panhari dan harapan baru yang diusung oleh Slamet, yang mendapatkan dukungan yang kuat dari M. Yunus Wahyudi. (Ron/Red/JN).


Komentar