Banyuwangi, Jurnalnews – Minggu, SMA Negeri 1 Muncar menggelar diklat Jurnalistik dan KIR. Kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama antara SMA Negeri 1 Muncar dengan Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Jember, Minggu (12/11/23)
Kegiatan ini diikuti oleh semua anggota ekstrakurikuler Jurnalistik dan KIR yang berjumlah 30 siswa. Diklat Jurnalistik dan KIR dibuka oleh Kepala SMA Negeri 1 Muncar yang diwakili oleh Pembina ektrakurikuler Jurnalistik dan KIR.
Diklat ini bertujuan menguatkan materi-materi yang telah dipelajari di kelas. Oleh karena itu, pemahaman siswa mengenai Jurnalistik dan KIR juga meningkat. Diklat ini tidak hanya berisi materi tetapi juga disertai dengan praktik-praktik yang melibatkan siswa secara langsung. Materi diklat, yaitu pembuatan buletin dan esai. Kelas dibagi menjadi 2, yaitu kelas Jurnalistik dan KIR. Kelas Jurnalistik belajar bersama Bapak Siswanto, S.Pd., M.A. mempelajari tentang bulletin dan kelas KIR belajar bersama Ibu Inno Cahyaning T. M.Pd. mempelajari tentang esai.

Menurut Pembina ekstrakurikuler Jurnalistik dan KIR Bapak Rois Amrullah Akbar, M.Pd. bahwa kegiatan diklat Jurnalistik dan KIR sangat bermanfaat dan membekali siswa pengetahuan dan keterampilan dalam dunia Jurnalistik dan KIR. Selain itu, kegiatan ini akan menumbuhkembangkan semangat kolaborasi dan berbagi sesama anggota ekstrakurikuler Jurnalistik dan KIR.
Peserta penuh semangat dalam mengikuti tahap demi tahap pelatihan.
“Saya hari ini senang karena bisa mendapatkan banyak pengalaman, bisa mendapatkan banyak wawasan baru dan juga bisa berkomunikasi lebih dekat dengan teman-teman yang saling memotivasi untuk mengikuti kegiatan Diklat jurnalistik dan KIR hari ini. Supaya pengetahuan saya tentang ekskul kir dan jurnalistik semakin matang, supaya saya lebih tahu tentang ekskul ini dan juga mendapatkan pengalaman tentang Diklat ekskul ini.” Ujar Key dalam wawancaranya.

Jurnalistik dan KIR yang paling menarik adalah saat praktik, saat praktik membuat feature siswan dibagi menjadi dua tim yaitu tim yang turun langsung ke lapangan dan juga tim mengedit. untuk yang tim lapangan, siswa dilatih belajar public relation dan menggali informasi untuk tujuan jurnalistik. Adapun tim yang di rumah redaksi tugasnya mengedit, mendesain tata letak, dan mengolah informasi/data dari tim lapangan.
“Semoga ke depannya ekskul ini semakin aktif semakin berkarya dan juga semakin banyak produk-produk yang dikeluarkan dan juga bisa memberi prestasi baik untuk sekolah SMA 1 Muncar, ” pungkas Oryza.
“Kami sangat mengapresiasi semangat mengembangkan diri adik-adik SMAN 1 Muncar Banyuwangi. Pelatihan ini tentunya sangat bermanfaat bagi siswa siswi khusunya yang mengikuti esktrakurikulir KIR dan Jurnalistik. Yang menarik dan berkesan adalah Jurnalistik karena ini merupakan kegiatan baru di sekolah tersebut, sehingga dapat mendudkung kegiatan KIR sekolah. Siswa harus dibekali skill yang cukup kreatif di era digital ini. Kini, banyak milenial yang tertarik mengembangkan keterampilan menulis baik dalam bentuk KIR atau Jurnalistik. Pelatihan dilakukan dengan sangat santai menyenangkan tapi serius saat belajar menysusun ide. Melaui kegiatan yang dilakukan dihrapkan dapat terus berkelanjutan.” Pungkas Bu Inno Cahyaningtyas, M.Pd.
Sementara menurut Bapak Slamet Ari Wibowo, M.Pd. bahwa kegiatan ini bagus untuk anak-anak yang memang mendalami dua jenis kegiatan tersebut, yakni jurnalistik dan KIR.
“Sebagai bekal awal dan motivasi bagi anak-anak agar kedepannya bisa menampilkan hal yang terbaik terkait KIR dan jurnalistik, misalnya, membuat majalah atau buletin sekolah dan karya ilmiah remaja kedepannya juga bisa mengikuti event-event yang ada atau lomba-lomba dan diharapkan bisa mendapatkan prestasi yang membanggakan, ” ujarnya.
Uniknya, kegiatan tersebut tidak hanya berhenti dalam sehari saja. Ada rencana tindak lanjut (RTL), misalnya tim jurnalistik membentuk grup WA bersama para pembina dan pemateri untuk terus memantau, membimbing, dan membuka ruang diskusi untuk tujuan-tujuan edukasi. Salut SMAN 1 Muncar, keren. (Miska)


Komentar