oleh

Pengguna Jalan di Banyuwangi Resah: Pelaku Pelemparan Batu Akhirnya Tertangkap

BANYUWANGI, Jurnalnews – Fenomena lempar batu di jalan raya bukan lagi hal yang asing didengar. Aksi keji ini telah menimbulkan banyak korban, dengan kendaraan sebagai sasaran utama. Belakangan ini, di Banyuwangi, aksi serupa telah menjadi perbincangan serius di kalangan pengguna jalan, terutama para sopir. Jumat (17/11/2023).

Kejadian tersebut seringkali terjadi di wilayah Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, terutama sepanjang jalur jalan raya yang melintasi Desa Glenmore.

Kapolsek Glenmore, AKP Satrio Wibowo, menjelaskan bahwa kedelapan pelaku telah berhasil ditangkap. Para pelaku tersebut terdiri dari FH (14 tahun), FR (14 tahun), FRL (16 tahun), RV (16 tahun), DW (16 tahun), RF (14 tahun), YB ( 14 tahun), dan FU (16 tahun).

Terbongkarnya kasus ini didasari dari penyelidikan polisi, yang melibatkan pengumpulan sejumlah barang bukti setelah menerima laporan dari tiga korban sebelumnya. Dari situ, polisi berhasil menangkap fh, yang kemudian memberikan petunjuk mengenai seluruh pelaku lainnya.

Potongan paving yang dipakai pelaku melempar mobil, kini diamankan menjadi barang bukti. (Foto: Eko. Jurnalnews).
Potongan paving yang dipakai pelaku melempar mobil, kini diamankan menjadi barang bukti. (Foto: Eko. Jurnalnews).

Satrio mengatakan bahwa aksi tersebut dilakukan semata-mata karena iseng. Saat melakukan aksi, para pelaku menggunakan sepeda motor berboncengan untuk melempar batu ke arah kaca mobil, menggunakan pecahan paving maupun batu, yang menyebabkan pecahnya kaca mobil korban.

“karena masih berada di bawah umur, kedelapan pelaku hanya akan dikenakan kewajiban laporan dan akan dilakukan upaya restoratif of justice,” jelasnya.

Polisi berhasil mengamankan berupa potongan paving dan batu bata, kendaraan mobil sebagai barang bukti. Sementara itu, kedelapan pelaku hanya dikenakan kewajiban laporan.

Aksi pelemparan batu sebelumnya telah menimbulkan kegelisahan di kalangan pengguna jalan di Banyuwangi. Salah satu truk menjadi korban dari aksi kedelapan pelaku tersebut. Korban adalah Rindra Hari, pemilik truk asal Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Selain itu, terdapat dua pengguna jalan lain yang juga menjadi korban. Secara umum, kerugian yang dialami oleh para korban serupa, yaitu kerusakan pada bagian kaca depan mobil. (Eko/Ron/JN).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *