Sendang kamanungsan merupakan sendang yang konon secara metos menyimpan beberapa misteri sejarah. Awal mulanya sendang ini temukan masih kondisi lahan datar oleh almarhum mbah kyai busairi merupakan salah satu pini sepuh ulama di wilayah tersebut di masa itu di kampung Sumberan Dusun Srono Desa Kebaman.
Almarhum Mbah Kyai Busairi ini memiliki banyak santri lantaran melalui firasat yang timbul dalam dirinya bahwasanya lokasi itu di anggap sakral dan cocok untuk di jadikan pemandian akhirnya melalui santri santrinya di galilah lokasi tersebut
keperuntukanya untuk meruwat sekaligus menggembleng dan memberi wejangan terhadaap para santri
artinya secara filoshofi sendang ini sebagai sarana untuk mendidik mengubah jiwa atau karakter santri yang tak ter arah atau kehilangan jati diri agar terbentuk jiwa yang beraklak mulia.

Hal ini juga seiring dari cerita selamet warga setempat tak lain adalah salah satu alumni santri pada masa itu
“Santri mbah kyai busairi ini dulunya memang nakal nakal semaunya sendiri kadang masuk mengikuti bimbingan kadang kala juga tidak, ”pungkasnya
Namun semenjak wafatnya mbah kyai busairi sendang tersebut tampak tak terawat.
Sehingga sendang ini menurut saksi mata yanto selaku juru junci makam mbah kyai busairi menyampaikan
“di areal ini memang ketika ada yang berniat sombong atau sumbar meremehkan terkait kesakralan areal sendang diyakini akan muncul kejadian di luar nalar ,seperti penampakan ular sebesar pohon kelapa yang melingkar di areal lokasi tersebut.
“Juga Kerangka lele atau perwujudan lele tanpa daging alias lele truno yang kondisinya masih hidup hingga lele putih sebesar lengan kaki dengan panjang sekitar 75 cm, ” ucapnya.
Repoter Yogi Pratama


Komentar