Bangkalan, Jurnalnews.com – Upaya Pencegahan tindakan kekerasan dan perundungan (Bullying) di Sekolah, Sejumlah Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Menggelar Aksi Sosialisasi di SMAN 3 Bangkalan, Selasa, (2/12/2025). Kegiatan ini bertujuan menyadarkan siswa dan siswi akan dampak berbahaya bullying yang bisa merusak masa depan generasi muda.
Sosialisasi yang digelar di aula sekolah ini diikuti Oleh puluhan siswa dan siswi kelas X-XI. Para Mahasiswanya Universitas Trunojoyo Madura (UTM) yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Informatika, Menyampaikan materi tentang jenis-jenis bullying, mulai dari fisik, Verbal, Sosial, Cyberbullying, hingga bullying Seksual, Serta konsekuensi jangka panjangnya seperti, munculnya rasa tidak percaya diri, depresi, penurunan prestasi, ketakutan, dan bunuh diri- Serta data dengan contoh kasusnya, dan solusi dalam pencegahan terjadinya bullying.
“Bullying bukan hal yang dapat dinormalisasi kan, karena satu kata atau tindakan dapat menghancurkan semangat hidup seseorang” ujar pemateri 1, Ade Bagus mahasiswa semester 1,
Berdasarkan keterangan JPPI yang dikutip Goodstats, adanya kenaikan tajam kasus kekerasan di lingkungan pendidikan pada 2024. Jika pada 2023 terdapat 285 kasus, maka pada 2024 jumlahnya melonjak menjadi 573 kasus, naik lebih dari 100 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dari total tersebut, sekitar 31 persen berkaitan langsung dengan perundungan. Angka ini memperlihatkan bahwa bullying masih menjadi bentuk kekerasan yang paling dominan di sekolah, Beberapa kasus tragis yang dijadikan contoh nyata:
- Thimothy Anugerah Saputra (siswa Binus School Serpong) yang bunuh diri tahun 2024 karena bullying berat
- MH, siswa kelas VII SMPN 19 Ciater Serpong, Banten, yang tewas November 2025 akibat pemukulan berulang
- MAR (10 tahun), siswa SDN 108 Pekanbaru, meninggal akhir November 2025 setelah ditendang di kepala hingga cedera otak.
Dari kasus tersebut, mahasiswa UTM juga memberi beberapa solusi untuk pencegahan terjadinya tindakan bullying di lingkungan pendidikan dengan cara :
- menciptakan lingkungan yang terbuka dan saling menghargai melalui pendidikan karakter.
- Komunikasi yang sehat, serta penegakan aturan yang tegas untuk mencegah dan menindak perilaku intimidatif.
- Meminta bantuan kepada pihak ketiga.
Acara ditutup dengan memberikan sejumlah hadiah berupa kenang-kenangan dari beberapa mahasiswa Teknik informatika dan di lanjut sesi foto bersama siswa siswi SMAN 3 Bangkalan (Miskawi)


Komentar