oleh

Kandang Ayam Rp392 Juta di Sidowangi Mangkrak, Warga Pertanyakan Nasib Program Ketahanan Pangan

Banyuwangi, Jurnalnews.com – Program ketahanan pangan berupa peternakan ayam petelur di Desa Sidowangi, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, menuai sorotan warga. Pasalnya, dua bangunan kandang ayam yang berdiri di atas tanah kas desa hingga kini terlihat mangkrak dan belum difungsikan sejak selesai dibangun.

Dua kandang tersebut diketahui berasal dari sumber anggaran yang berbeda. Kandang pertama berukuran 14 x 8 meter merupakan bantuan dari Dinas Pertanian dengan nilai Rp185.433.000 dan telah rampung pada akhir November 2025. Sementara itu, kandang kedua berukuran 14 x 4 meter yang bersumber dari Dana Desa melalui program ketahanan pangan senilai Rp207 juta, hingga kini belum terselesaikan sepenuhnya.

Seorang warga Desa Sidowangi yang enggan disebutkan namanya mempertanyakan kejelasan kelanjutan program tersebut. Ia menilai, sejak beberapa bulan terakhir, tidak ada tanda-tanda operasional kandang ayam tersebut.

“Sudah sekitar empat bulan belum juga diisi ayam. Di sekitar kandang malah ditanami jagung dan tembakau. Ini sebenarnya programnya jadi atau tidak? Terus anggarannya ke mana?” ujarnya kepada Jurnalnews.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sidowangi, Wasila, saat dikonfirmasi di kediamannya pada Sabtu malam (4/4), mengakui adanya kesalahan dalam perencanaan anggaran.

“Memang ada salah prediksi. Anggaran untuk kebutuhan listrik, air, pagar, dan gudang membengkak. Saat ini sisa dana di rekening sekitar Rp30 juta, itu pun belum dipotong pajak. Pajaknya saja sekitar Rp25 juta dan baru dibayar separuh,” jelasnya.

Wasila menambahkan, pihaknya telah memesan 500 ekor ayam petelur yang siap produksi melalui perantara. Namun, realisasi pengiriman masih menunggu kepastian.

“Sudah kami pesan 500 ekor ayam yang siap bertelur. Katanya akan dikirim hari Senin, (kemarin red), tapi saya akan coba konfirmasi lagi ke pihak penyedia,” imbuhnya.

Sebelumnya, Wasila sempat menyampaikan bahwa kandang ayam tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada awal tahun 2026. Namun hingga kini, rencana tersebut belum terealisasi.

Dari perhitungan kapasitas, kandang bantuan Dinas Pertanian diperkirakan mampu menampung hingga 3.000 ekor ayam, sementara kandang dari Dana Desa dapat menampung lebih dari 1.000 ekor ayam. Keterlambatan operasional ini pun memunculkan kekhawatiran warga akan efektivitas pengelolaan program ketahanan pangan desa. (Venus Hadi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *