Pembekalan Kader ATM (AIDS, Tuberkulosis & Malaria), Rumah Desa Sehat (RDS) yang hadirkan Kader Pembangunan Manusia (KPM) serta pengurus Pokja Desa Sehat dari 10 Desa Se-Kecamatan Blimbingsari mendapat pembekalan di Balai Desa Patoman, Rabu (13/05/26).
Balai Desa tampak bersih dan lahan yang relatif sempit tapi banyak ruangan yang ditata bagus hingga ada Ruang BPD, Rumah Desa Sehat yang gabung Pokja Desa Sehat maupun PKK yang bersebelahan dengan ruang arsip. Selain mushola juga ada dapur bersih dan ruang lounge.
Desa Patoman juga ditetapkan sebagai kampung pancasila oleh Pangdam V/Brawijaya dan Desa Kebangsaan oleh Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Bakesbangpol karena harmoni antar suku Bali, Madura, Cina, Osing, Jawa serta welas asih antar penganut kepercayaan maupun muslim, hindu, Budha serta Katolik.
Camat Blimbingsari Teddy Ardiansyah, S. STP, melalui Kasie PMK Abdul Aziz, SH, MH sampaikan atas Surat Edaran Sekda Kabupaten Banyuwangi Nomor 1464 Tahun 2026 tentang Penanganan ATM ( Aids, Tuberculosis & Malaria) di Desa di Kabupaten Banyuwangi serta Zoomeeting oleh lintas Dinas dan badan maka mendesak harus diadakan kegiatan kolaborasi untuk mendukung sinergis issu Kesehatan dan kesejahteraan masyarakat ini. Dalam rangka mensukseskan penanganan ATM ini maka Peran dari FKKS ( Forum Komunikasi Kecamatan Sehat), Pokja Desa Sehat dan Kader ATM harus sinergi saling mendukung sesuai dengan peran dan Tupoksi masing- masing, misal FKKS sebagai Wadah Lintas Sektor bisa memantau pelaksanaan Program Penanganan ATM ini sesuai dengan target yang di tentukan, Pokja Desa Sehat berperan mengintegrasikan dan memberdayakan watlrga untuk menjaga kebersihan linkungan serta Kader ATM berperan sebagai petugas yg melakukan skrining dan pelacakan kasus Penderita ATM, memberikan edukasi untuk mengurangi stigma thd orang HIV dan pengawas menelan obat terhadap penderita TBC dsb.
Kepala Puskesmas Badean Indah Swartiningtyas, SST. Bid, M. MKes sampaikan data ODHA 40,TBC 38 dan Malaria O. “Ada pemicu dan sikon faktor yang sebabkan penderita. Semua tertangani dan ada yang sembuh. Jadi kenali dan pahami gejalanya serta ada yang mendampingi rutin minum obat. Tetap waspada seperti tangani corona, jaga kesehatan, pakai APD, ” tutur bidan yang prestasi nasional untuk inovasi zero stunting ini.
Sedang Novita Ika Wulandari, S. AP fungsional Penggerak Swadaya Masyarakat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) sampaikan ada alokasi 2,5 juta dari ADD Khusus untuk program ATM. Contoh program dan usulan anggaran kami beri contoh dan bisa dikreasi. Dari Dinas dan kementerian kesehatan diupayakan CSR untuk insentif kader. ” Monggo KPM di Rumah Desa Sehat bisa bareng bidan desa, kader KB, Pokja IV PKK, Kader ATM serta Pokja Desa Sehat menyusun program sekalian anggaran, pendamping desa juga bantu melengkapi kebutuhan dasar kader, menuju satu data, dokumen dan arsip hingga pemerintah Desa dan negara hadir untuk kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, “tuturnya sambil senyum dan siap jadi jembatan komunikasi dengan para pihak mendukung suksesnya program ini.
Sementara itu Aguk Wahyu Nuryadi aktivis LSM Gotong royong’45 yang jadi anggota Forum Banyuwangi Sehat ini berharap Forum Komunikasi Kecamatan Sehat mengawal program sesuai admitrasi hingga pendampingan di lapangan. Narasi dan foto timeline diupload di gepgledrive FBS dengan pembagi data dan komunikasi Kasie PMK. “Bila juga ada difabel fisik maupun intelektual yang tak bisa baca tulis, mohon didata dan kita advokasi, “‘tambah pengawas Yayasan Aura Lentera Indonesia ini yang sedang ada program bareng NLR Indonesia yakni mitigasi pemberdayaan Disabilitas di Rogojampi dan Kalipuro ini.
Saat tanya jawab peserta yang umumnya kaum hawa begitu antusias dan sebut
Kaum Penghuni Surga berkat tugas mulianya ini bagaimana sekolah gratis di SLB atau difabel di sekolah reguler hingga PKBM , sosok relawan ideal yang didapuk di Pokja Desa sehat hingga soal tehnis hingga kekhawatiran ketularan misal saat merawat jenazah orang dengan penyakit AIDS ini.
Kades Patoman Suwito yang sudah 3 periode pimpin wilayah yang kini warganya banyak panen cabe jamu ini berharap kepala desa tahu by name by address senyampang tetap jaga kerahasiaan untuk antisipasi yang tak diinginkan. “Kebetulan saya pengalaman 17 tahun mendampingi pasien HIV akibat perilaku asusila di lokalisasi bliblis, mulai bedah rumah hingga ambilkan obat di RSUD maupun puskesmas hingga sembuh kini, hendaknya kita tidak berperilaku menyimpang dari hukum adat, agama hingga negara, “pesan keturunan Sakera ini sambil pesan bila cukur untuk tukang pangkas gunakan satu silet untuk satu pelanggan. (Yeti Ch/AM/JN-SW)


Komentar