Banyuwangi, 10 Juni 2026 — Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menggelar Rapat Koordinasi Tim Pembina Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) yang berlangsung di Aula Minak Jinggo, Kabupaten Banyuwangi.
Kegiatan ini dihadiri unsur lintas sektor mulai dari dinas kesehatan, dinas pendidikan, Kementerian Agama, Bappeda, camat, kepala puskesmas, hingga lembaga pendidikan dan organisasi terkait.
Dalam arahannya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi, Pak Amir, menegaskan bahwa program Posyandu dan UKS/M merupakan dua pilar utama yang menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya pada anak usia sekolah.
Ia menyampaikan bahwa pada semester kedua tahun 2026, program ini akan diupayakan untuk lebih dioptimalkan.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuwangi, Pak Yayan, menekankan pentingnya penguatan implementasi UKS/M. Ia menyampaikan bahwa secara global banyak negara telah menjalankan program serupa dengan berbagai nama dan strategi, bahkan mampu menjaga jutaan anak sekolah tetap sehat. Ia juga mencontohkan beberapa negara seperti Irlandia dan Kanada yang memiliki pengembangan program kesehatan sekolah yang lebih luas.
Namun demikian, ia menyoroti bahwa di Indonesia, program UKS/M masih sering dianggap sebagai formalitas dan belum berjalan optimal. Karena itu, ia mengajak seluruh pihak, khususnya camat dan puskesmas, untuk menguatkan pelaksanaan UKS/M di tahun 2026 dengan pendekatan promotif dan preventif, bukan hanya kuratif.
Dalam paparan tersebut juga disampaikan berbagai tantangan kesehatan anak di Banyuwangi, seperti meningkatnya kasus obesitas, gangguan kesehatan ginjal pada anak, hingga risiko pergaulan bebas dan penyalahgunaan narkoba. Selain itu, pelaksanaan cek kesehatan gratis juga dinilai masih belum optimal.
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menargetkan penguatan implementasi UKS/M melalui trias UKS, yaitu pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan sekolah sehat. Hal ini diharapkan dapat memperkuat manajemen UKS di setiap satuan pendidikan.
Perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, Erfandi, menjelaskan bahwa pelaksanaan UKS di tingkat TK, SD, dan SMP telah dijalankan melalui program Gerakan Sekolah Sehat. Sementara itu, M. Arif, M.Pd selaku PLT Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Banyuwangi melaporkan pelaksanaan UKS di tingkat SMA dan SMK.
Dari Kementerian Agama, Pak Rino menyampaikan laporan pelaksanaan UKS/M pada madrasah mulai dari MI, MTs hingga MA. Sementara itu, Bappeda Kabupaten Banyuwangi menekankan pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi anak, mengingat adanya perubahan pola konsumsi remaja yang cenderung mengandalkan jajanan tidak sehat.
Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari Kesra Provinsi Jawa Timur, Tomas Syaifudin, yang menutup sesi dengan materi mengenai penguatan kelembagaan serta implementasi UKS/M dalam mewujudkan sekolah sehat.
Acara dihadiri pula oleh Rektor UNIDSOE, Dr. Soekardjo, para camat se-Kabupaten Banyuwangi, kepala puskesmas, serta Tim Penggerak PKK Kabupaten Banyuwangi. Di akhir kegiatan, seluruh peserta melakukan foto bersama sebagai bentuk komitmen untuk mengoptimalkan program UKS/M di Kabupaten Banyuwangi tahun 2026. (Desika/PH)


Komentar