oleh

Warga Pringgodani Gelar Doa 1 Muharram di Buju’ Mbah Citra

Banyuwangi, Jurnalnews.com – Puluhan warga Dusun Pringgodani, Desa Watukebo, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, ramai-ramai mendatangi sebuah makam tua yang dikenal masyarakat setempat sebagai Buju’ Mbah Citra untuk melaksanakan dzikir dan doa bersama, Selasa pagi (16/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi tradisi rutin yang digelar setiap 1 Muharram atau Tahun Baru Islam.

Dzikir dan doa dipimpin oleh pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum Karanganyar, Bajulmati, yakni Kyai Abdur Rosyid Nurul Yaqin dan Kyai Ahmad Mufti Nadzir. Acara juga dihadiri tokoh masyarakat serta warga sekitar yang memadati area makam.

Ketua panitia, H. Sutipno, mengatakan kegiatan selamatan tersebut telah menjadi agenda rutin masyarakat setempat sebagai bentuk rasa syukur sekaligus doa bersama menyambut tahun baru Islam.

“Alhamdulillah, acara di sini bisa digelar secara rutin setiap tahun. Atas nama panitia kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan dukungan seluruh masyarakat. Mungkin tahun depan waktunya generasi muda yang melanjutkan dan menggantikan,” ujarnya.

Ia juga menceritakan sejarah singkat Buju’ Mbah Citra yang kini menjadi salah satu situs budaya masyarakat. Makam tersebut berada di area lahan milik Perhutani, tepatnya di petak 11 BKPH Bajulmati Banyuwangi Utara, di antara Dusun Pringgodani dan Dusun Pasewaran, Desa Watukebo.

Menurutnya, makam Buju’ Mbah Citra ditemukan sekitar tahun 1942 oleh Kepala Desa Watukebo saat itu, Sahwiyah, bersama Kyai Kafrawi. Sosok Mbah Citra dipercaya masyarakat sebagai leluhur yang membuka atau membabat kawasan Pringgodani.

“Buju’ Mbah Citra dianggap sebagai leluhur di tanah Pringgodani dan dikeramatkan oleh warga sekitar. Bahkan, banyak warga dari luar daerah datang untuk berdoa dan ngalap barokah di makam Buju’ Mbah Citra,” tuturnya.

Hingga kini, keberadaan makam terus dijaga dan dirawat secara swadaya oleh masyarakat. Renovasi dan perbaikan area makam dilakukan melalui gotong royong serta sumbangan dari warga yang peduli terhadap kelestarian situs tersebut.

“Alhamdulillah, saat ini area makam sudah bagus berkat sumbangan dan gotong royong bersama masyarakat yang peduli dengan situs Buju’ Mbah Citra,” pungkasnya. (Venus)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *