Banyuwangi, Jurnalnews.com – Madrasah Aliyah (MA) Binayatul Ilmi desa Sumberanyar, Wongsorejo, Banyuwangi menggelar kegiatan MATAMUDA (Masa Ta’aruf Murid Madrasah) Tahun Ajaran 2026–2027 yang berlangsung selama empat hari, mulai 13 hingga 16 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi ajang pengenalan lingkungan madrasah sekaligus pembentukan karakter bagi peserta didik baru.
Selama pelaksanaan MATAMUDA, para siswa mendapatkan berbagai materi penting yang disampaikan oleh narasumber sesuai bidangnya. Materi Kemadrasahan yang meliputi visi, misi, dan fasilitas madrasah disampaikan oleh Rizkiyatul Hasanah, M.H. Selanjutnya, materi Hak dan Kewajiban Murid diberikan oleh Hatikatul Mahmuda, S.E.
Peserta juga memperoleh pembekalan mengenai Menumbuhkan Sikap Toleran, Menghargai Perbedaan, dan Anti Radikalisme yang disampaikan oleh Muhammad Haqiqi, S.Pd.I. Sementara itu, materi Madrasah Ramah Anak yang mengangkat tema edukasi anti-perundungan (bullying), anti-kekerasan, serta penggunaan media sosial secara bijak disampaikan oleh Venus Hadi, wartawan Jurnalnews
Kepala MA Binayatul Ilmi, H. Hasan Bashori, menjelaskan bahwa MATAMUDA merupakan istilah baru yang menggantikan MATSAMA sebagai kegiatan pengenalan lingkungan madrasah bagi siswa baru.
“MATAMUDA di MA Binayatul Ilmi dimulai sejak Senin, 13 Juli, dan berakhir pada 16 Juli 2026. Kegiatannya beragam, mulai dari materi kemadrasahan, tata tertib, hingga edukasi mengenai penggunaan media sosial secara bijak. Besok ditutup dengan penanaman pohon dan kegiatan bersih-bersih lingkungan,” ujarnya.
Hasan Bashori juga menyampaikan apresiasi kepada Venus Hadi yang telah berbagi pengetahuan kepada para siswa mengenai literasi digital dan etika bermedia sosial.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Mas Venus Hadi (Ha Pe Aja ), yang telah memberikan materi terkait penggunaan media sosial. Materi ini sangat penting bagi remaja usia madrasah aliyah agar mampu memanfaatkan media sosial secara positif, bertanggung jawab, serta memahami etika dalam menyebarkan informasi sehingga tidak melanggar aturan maupun kode etik jurnalistik,” ungkapnya.
Melalui kegiatan MATAMUDA, MA Binayatul Ilmi berharap peserta didik baru tidak hanya mengenal lingkungan madrasah, tetapi juga memiliki karakter yang religius, toleran, disiplin, peduli lingkungan, serta cerdas dan bijak dalam memanfaatkan teknologi digital di era modern. (Venus).


Komentar