oleh

CDK Banyuwangi Beri Penyuluhan Mangrove dan Cemara kepada Siswa SMA Ibrahimy di Pantai Kalitopo

Banyuwangi, Jurnalnews.com – Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Banyuwangi memberikan penyuluhan dan edukasi tentang pentingnya pelestarian pohon mangrove dan cemara kepada siswa-siswi SMA Ibrahimy Sidodadi di kawasan wisata Pantai Kalitopo, Desa Sidodadi, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, Sabtu (18/7/2026).

Penyuluhan tersebut disampaikan oleh Yis Puji Lestari, penyuluh CDK Banyuwangi wilayah Kecamatan Wongsorejo. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa mangrove memiliki fungsi vital sebagai benteng alami yang melindungi kawasan pesisir dari ancaman abrasi akibat gelombang laut.

“Jika pantai tidak memiliki penahan ombak, setiap tahun garis pantai akan terus berkurang karena tergerus ombak. Salah satu tanaman yang paling efektif untuk melindungi pesisir adalah mangrove, karena memiliki akar yang kuat, menjulang tinggi, dan mampu meredam energi gelombang,” ujar Yis.

Selain berfungsi menjaga kelestarian lingkungan, Yis juga menjelaskan bahwa mangrove memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Menurutnya, hampir seluruh bagian tanaman mangrove dapat dimanfaatkan menjadi berbagai produk bernilai jual.

“Kayu dari beberapa jenis mangrove telah lama dimanfaatkan sebagai bahan bangunan maupun kayu bakar yang ramah lingkungan. Selain itu, daun dan buahnya dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi seperti kopi, sirup, bahan baku kosmetik, bahkan daunnya juga bisa diolah menjadi mie. Nantinya pengolahan seperti ini bisa dikembangkan di kawasan Pantai Kalitopo,” jelasnya.

Para siswa dan guru SMA Ibrahimy mengikuti penyuluhan dengan antusias. Mereka mendapatkan pemahaman mengenai fungsi ekologis mangrove dan cemara sekaligus potensi pemanfaatannya secara berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa merusak lingkungan.

Setelah penyuluhan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan aksi penanaman bibit pohon mangrove dan cemara di pesisir Pantai Kalitopo sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian lingkungan dan upaya mencegah abrasi pantai. 

Siswa siswi SMA Ibrahimy mengaku senang mendapatkan ilmu dan pengalaman tentang edukasi pohon mangrove dan cemara serta serta antusias ikut menanam pohon mangrove di pesisir pantai Kalitopo. 

Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran generasi muda untuk menjaga ekosistem pesisir demi keberlanjutan lingkungan di masa depan. (Venus). 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *