BANYUWANGI – Perusahaan tambang emas PT Bumi Suksesindo (PT BSI) menyiapkan 6 program khusus sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan ekonomi biru (blue economy) dalam kerangka ASEAN-ID Blue. Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Compliance and Community Development Manager PT BSI, Iwa Mulyawan, di sela-sela kegiatan Banyuwangi Coral Adoption 2026 yang berlangsung di Pantai Bangsring Underwater, Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Sabtu (18/7/2026).
Menurut Iwa, ke depan anak perusahaan dari PT Merdeka Copper Gold Tbk, akan meluncurkan 6 program strategis yang difokuskan pada wilayah pesisir Banyuwangi. Keenam program tersebut meliputi, penanaman mangrove sebagai upaya konservasi mangrove. Kedua, pelestarian hutan Pantai dan ketiga, transplantasi terumbu karang.
Sedangkan untuk pilar sosial-ekonomi, program keempat adalah pengembangan ekowisata. Kelima, peningkatan pendapatan nelayan dan keenam, penguatan kelembagaan nelayan agar lebih mandiri.
“Jadi, fokus kami bukan hanya pada peningkatan kualitas lingkungan, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir,” kata Iwa Mulyawan.
Dukungan penuh PT BSI terhadap kegiatan Banyuwangi Coral Adoption 2026, lanjutnya, merupakan wujud nyata kepedulian perusahaan dalam menjalankan program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) atau biasa disebut Corporate Social Responsibility (CSR), khususnya di bidang pelestarian lingkungan hidup.
“Perhatian kami bukan hanya pada pelestarian lingkungan di daratan, tetapi juga terhadap ekosistem perairan,” tegasnya.
Menurut Iwa, Banyuwangi memiliki kualitas alam yang sangat baik. Melalui kontribusi ini, PT BSI berharap dapat terus menjaga, memperbaiki, dan meningkatkan kualitas lingkungan. Sekaligus memberikan manfaat yang berkesinambungan bagi warga Banyuwangi.
Sebagai informasi, agenda Banyuwangi Coral Adoption 2026 atau konservasi terumbu karang di Pantai Bangsring Underwater ini merupakan salah satu pengejawantahan dari ASEAN-ID Blue. Ini adalah sebuah forum internasional yang berfokus pada pengembangan ekonomi biru (pengelolaan laut yang berkelanjutan dan menyejahterakan masyarakat pesisir). Forum internasional ini diinisiasi oleh Kementerian Luar Negeri RI dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Selandia Baru (MFAT).
Agenda bergengsi ini dihadiri oleh perwakilan negara-negara anggota ASEAN, East Asia Summit (EAS), serta Pacific Islands Forum (PIF). Banyuwangi dipilih sebagai tuan rumah karena dinilai sukses besar dalam mengelola kawasan pesisir secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat sebagai pelaku utamanya.
Aksi lingkungan ini tidak sekadar menjadi acara seremonial semata. Seluruh hadirin, termasuk Kepala Dinas Perikanan Banyuwangi, Suryono Bintang Samudra, serta perwakilan SKPD, terjun langsung merangkai pecahan terumbu karang dan menenggelamkannya bersama-sama ke dasar laut.
Kepala Dinas Perikanan Banyuwangi, Suryono Bintang Samudra, menyatakan bahwa pihaknya akan selalu mengedepankan kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, salah satunya adalah PT BSI.
Melalui program PPM-nya, PT BSI dinilai memiliki komitmen kuat dalam mendukung upaya pelestarian sumber daya ikan agar tetap lestari. Dukungan tersebut kemudian dikolaborasikan dalam gerakan Banyuwangi Coral Adoption 2026 yang mengusung tagline One Coral, Bright Future.
“Harapannya, kegiatan konservasi ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan blue economy dan masa depan yang lebih baik,” ujar Suryono.
Dinas Perikanan Banyuwangi sangat mengapresiasi kontribusi aktif PT BSI. Ke depan, pemerintah daerah berharap semakin banyak korporasi yang turut serta menjaga kelestarian alam dan sumber daya perikanan.
Selain menggandeng PT BSI, Dinas Perikanan Banyuwangi tercatat telah menjalin kemitraan serupa dengan sejumlah perusahaan besar seperti PLN, Pertamina, INKA, serta berbagai mitra strategis lainnya demi menyukseskan program-program konservasi di Bumi Blambangan. (*)


Komentar