Banyuwangi, Jurnalnews.com – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Sidowangi, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, berlangsung dengan cara yang berbeda. Panitia HUT RI bersama Pemerintah Desa menggelar Lomba Eler Tembakau, sebuah perlombaan yang mengangkat aktivitas keseharian petani menjadi ajang kompetisi sekaligus sarana melestarikan budaya lokal.
Kegiatan yang digelar di Pendopo Desa Sidowangi pada Selasa (4/8/2026) itu berhasil menyedot perhatian masyarakat. Puluhan peserta silih berganti menunjukkan keterampilan, ketangkasan, kecepatan, serta ketelitian dalam menata rajangan daun tembakau sebelum dijemur, atau yang oleh masyarakat setempat dikenal dengan istilah “eler”.
Lomba ini menjadi satu-satunya perlombaan eler tembakau yang diselenggarakan di Kecamatan Wongsorejo. Selain menjadi hiburan dalam rangka peringatan kemerdekaan, kegiatan tersebut juga bertujuan melestarikan kearifan lokal, mengangkat potensi pertanian, serta mempererat persaudaraan antarwarga.
Dalam perlombaan tersebut, peserta dinilai berdasarkan teknik pengerjaan, kerapian, keseragaman ukuran rajangan, ketebalan hasil rajangan, kebersihan, hingga kecepatan menyelesaikan pekerjaan. Seluruh peserta merupakan masyarakat yang telah memiliki keterampilan dalam proses pengolahan tembakau secara tradisional.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Panitia HUT RI ke-81 Desa Sidowangi bersama Pemerintah Desa, mahasiswa KKN UIN KHAS Jember, kelompok tani, tokoh masyarakat, serta mendapat dukungan dari berbagai unsur masyarakat.
Kepala Desa Sidowangi, Muansin, mengatakan bahwa lomba eler tembakau merupakan bagian dari upaya memperkenalkan sekaligus mempromosikan komoditas unggulan desa yang selama ini menjadi kebanggaan masyarakat.
“Melalui lomba ini, kami ingin melestarikan sekaligus mempromosikan salah satu komoditas unggulan Desa Sidowangi, yaitu tembakau. Desa Sidowangi sudah dikenal sebagai Kampung Tembakau, sehingga momentum Agustusan ini kami manfaatkan dengan menggelar lomba eler tembakau agar semakin dikenal luas,” ujarnya.
Menurut Muansin, kualitas tembakau asal Sidowangi telah diakui dan memiliki daya saing tinggi. Bahkan setiap musim panen, banyak pedagang maupun pengusaha tembakau dari luar daerah datang langsung untuk membeli hasil panen petani setempat.
“Tembakau Sidowangi sudah dipasarkan hingga Temanggung, Jawa Tengah, Pasuruan, Malang, dan beberapa daerah lainnya. Ini menunjukkan kualitas tembakau petani kita memang sangat baik dan diakui. Harapan kami, melalui lomba ini semangat para petani semakin meningkat, sekaligus menjadi media promosi agar tembakau Sidowangi semakin dikenal di berbagai daerah,” tambahnya.
Antusiasme masyarakat yang memadati lokasi perlombaan menjadi bukti bahwa tradisi dan aktivitas pertanian dapat dikemas menjadi tontonan yang menarik sekaligus memiliki nilai edukasi. Lomba Eler Tembakau pun diharapkan dapat menjadi agenda tahunan yang tidak hanya memeriahkan HUT Kemerdekaan RI, tetapi juga memperkuat identitas Desa Sidowangi sebagai sentra penghasil tembakau berkualitas di Banyuwangi. (Venus).


Komentar