oleh

Mahasiswa UM Kembangkan Safestrip: Stiker Cerdas Pantau Kesegaran Daging dan Ikan

Malang –Jurnalnews Inovasi mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) kembali hadir dengan solusi kreatif untuk menjawab tantangan keamanan pangan di masyarakat.

Melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K) yang diketuai Qonita Damara Antya Zayyan punya tim Nayla Sekar Ayu Pinesty, Mutiara Warda, Rima Dellofa, dan Naishila Ayu Dwi Susilo. Kegiatan ini dibimbing langsung oleh Mieke Alvionita, S.Pd., M.Si., dosen Departemen Kimia Universitas Negeri Malang.

Tim mahasiswa UM mengembangkan Safestrip (Smart Freshness Indicator Sticker), sebuah stiker indikator cerdas yang mampu membantu memantau tingkat kesegaran daging dan ikan secara praktis hanya melalui perubahan warna.
Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat akan pangan yang aman dan berkualitas, banyak konsumen masih mengandalkan warna, bau, tekstur, maupun tanggal kedaluwarsa untuk menilai kesegaran produk. Namun, metode tersebut sering kali tidak mampu menunjukkan kondisi produk secara aktual selama proses penyimpanan dan distribusi. Berangkat dari permasalahan tersebut, tim Safestrip menghadirkan inovasi yang lebih mudah, cepat, dan informatif sehingga konsumen dapat memperoleh gambaran kondisi produk secara langsung.

Yang membuat Safestrip semakin menarik adalah penggunaan bahan-bahan alami yang ramah lingkungan. Stiker ini memanfaatkan ekstrak antosianin ubi jalar ungu yang memiliki kemampuan berubah warna ketika merespons senyawa volatil yang muncul selama proses pembusukan daging dan ikan. Perubahan warna tersebut dapat diamati secara visual tanpa memerlukan alat tambahan, sehingga pengguna dapat mengetahui kondisi produk hanya dengan melihat indikator pada kemasan.

Tidak hanya itu, Safestrip juga dikembangkan menggunakan kombinasi pati singkong, kitosan, gliserol, dan kertas berbasis selulosa. Kehadiran kitosan dalam formulasi produk menjadi nilai tambah karena memiliki sifat antimikroba yang mendukung pengembangan produk berbasis bahan alami. Inovasi ini menunjukkan bagaimana pemanfaatan sumber daya lokal dapat menghasilkan teknologi sederhana yang memiliki manfaat besar bagi masyarakat.
Safestrip dirancang dalam bentuk strip kecil yang dapat ditempelkan pada kemasan tray wrap daging maupun ikan. Ketika kualitas produk mulai menurun, indikator akan menunjukkan perubahan warna tertentu yang dapat dijadikan acuan oleh pengguna. Dengan konsep yang sederhana namun inovatif, Safestrip berpotensi membantu pelaku usaha dan konsumen dalam memantau kualitas pangan secara lebih praktis.

Menariknya, perjalanan Safestrip tidak hanya berhenti pada tahap pengembangan produk. Peneliti juga aktif melakukan berbagai kegiatan promosi dan edukasi kepada masyarakat.

Menurut Naishila selaku anggota penelitian menjelaskan bahwa:
“Mulai dari publikasi melalui media sosial, product launching, bazar, pameran kewirausahaan, hingga demonstrasi penggunaan produk secara langsung kepada calon pengguna, kegiatan ini juga dilakukan untuk memperkenalkan manfaat Safestrip sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesegaran dan keamanan pangan untuk kehidupan yang lebih baik” Ujar Naishila pada media ini (09/08/26).

Dalam memperluas jangkauan edukasi, tim Safestrip turut menggandeng Duta Kesehatan Laily dan Duta Genre Andi Demas sebagai mitra kolaborasi. Dukungan dari kedua figur tersebut menjadi langkah strategis dalam menyampaikan pesan mengenai pentingnya keamanan pangan kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Kolaborasi ini juga menjadi bukti bahwa inovasi mahasiswa dapat berkembang lebih luas melalui sinergi dengan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap kesehatan masyarakat.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, tim tidak hanya memperkenalkan produk, tetapi juga memberikan edukasi mengenai cara pemasangan Safestrip serta cara membaca perubahan warna indikator. Respons positif dari masyarakat dan calon pengguna menjadi motivasi bagi tim untuk terus menyempurnakan produk agar semakin sesuai dengan kebutuhan pasar.

Ke depan, tim Safestrip berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperluas kemitraan dengan meat shop, retail modern, dan pelaku usaha pengemasan pangan, serta memperkuat strategi pemasaran digital. Dengan potensi yang dimiliki, Safestrip diharapkan mampu menjadi inovasi unggulan yang mendukung pemantauan kesegaran dan keamanan pangan secara lebih mudah, praktis, dan berkelanjutan.
Lebih dari sekadar stiker indikator, Safestrip menjadi bukti bahwa kreativitas mahasiswa UM mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.

” Dengan memadukan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kepedulian terhadap kesehatan pangan, Safestrip membuka peluang baru menuju sistem pangan yang lebih aman, transparan, dan terpercaya bagi semua serta menggandeng ambasador sera jejak digital di medsos merupakan sinergi warga kampus yang kolaboratif nyata!” pungkas Dosen Mieke sambil senyum yang mampu motivasi mahasiswi inovatif(AWN/IZFA/JN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *