Wong Agung Mukti Jayadinimgrat atau biasa di panggil Mas Agung (46) yang mengabdikan dirinya untuk leluhur dan generasi penerus di bumi Blambangan, berkenan ditemui media ini di rumahnya di Dusun Derwono Desa Balak Kecamatan Songgon yang dia sebut Dalem Jayadiningratan adalah Markas dari Komunitas SONANGKARA yang harum kemenyan dan ada asap dupa ini.
Komunitas Sonangkara adalah kumpulan anak anak muda yang berlatar belakang sebagai pegiat sejarah, seni, budaya, spiritual dan supranatural.Berawal dari sering kumpul kumpul dan ngopi bareng mereka yang berjumlah 17 orang ini akhirnya membentuk rutinitas pertemuan tiap malam Jumat Kliwon dan membentuk kegiatan kegiatan budaya.Tempat pertemuan bisa anjangsana anggota ataupun ke petilasan, situs, destinasi wisata hingga Alas Purwo.
Menurut Mas Agung nama Sonangkara di ambil dari kisah Pasukan Elit Blambangan di era Pangeran Danuningrat (1736-1763) .Pasukan elit Blambangan ini menggunakan lambang panji anjing hutan yang di sebut BAONG oleh orang Banyuwangi dan masih banyak kita temui di hutan hutan Pasewaran, Baluran sampai sekitar Pantai Bentar, Probolinggo. Filosofi Anjing Baong ini adalah, ketaatan pada pemimpin, kesetiaan, ketangkasan,kekompakan, kerja tim dalam memburu mangsa.Hal ini yang menginspirasi Mas Agung untuk mengajak dan mengumpulkan para pemuda yang sedang membentuk jati dirinya menjadi sosok manusia yang benar benar patent berguna dalam segala hal sesuai dengan pribadi yang dimilikinya.
” Banyak sekali di sekitar kita generasi muda yang mencari jati dirinya dengan membentuk dirinya menjadi seniman,budayawan, sejarahwan, spiritualis, supranaturalis namun karena tidak ada edukasi dan pendampingan yang baik maka mereka menjadi kurang berkarakter. Berbekal foto dan posting di Medsos mereka sudah mengatakan dirinya seperti itu.Ini yang menjadi keprihatinan saya! “” kata Mas Agung sembari jelaskan yoni lumpang, tombak, keris dan peninggalan Kerajaan macan putih. “Keris Belambangan kurang seninya tapi yang penting tangguh sakti! ” tegasnya seraya ijin jemput anak lanangnya di SMPN 2 dekat makam KH Abdullah Faqih Cemoro yang inisiator kembang ndog maulid nabi.
“Saya pilih sekolah yang dekat agar kok saya tak bisa jemput karena sedang lelono atau dampingi tamu, anak aman pulang sendiri. Sebelumnya di SDK Rogojampi sekitar 8 KM.
Komunitas Sonangkara berkegiatan meditasi di situs situs sejarah tiap malam jumat kliwon, mengadakan explore sejarah setiap bulan di wilayah eks karasidenan Besuki, mensupport kegiatan kegiatan GENTA (haul Rempeg, Haul Tawang Alun,dll), bergiat spiritual di Alas Purwo, serta bikin konten kreator dan buku.
Mas Agung juga perintis Komunitas Purnama para kolektor pusaka yang didalamnya banyak Seniman lukis, kolektor akik dan melayani jasmas maupun isi event pameran. Sebagai anggota Genta (Generasi Tawang Alun) ia sinergi dengan sejawawan dan budayawan yang tergabung di Kopat maupun Matra. Juga berkenan hadir di ragam sarasehan dan bersih desa.
Kegiatan kegiatan Sonangkara adalah kegiatan Swadaya dari anggota anggotanya, bahkan saat membantu renovasi renovasi situs situs sejarah mereka tetap bisa membantu meski swadaya mengandalkan kas tiap pertemuan.
Mas Agung sering minggu pagi di pasar wit-witan Alas Malang Singojuruh atau senja akhir pekan di Agrowisata Taman Suruh Glagah buka konsultasi penerawangan masalah hidup dengan titel Khodam. “Khodam ini bukan jin atau perewangan tapi Konsultasi Harapan Olah Diri dan Makna untuk klien percaya diri, optimis dan punya aura positif! ‘ tambah sejawatnya Eko yang punya channel youtube Eko Ndut ini.
” Kita banyak memiliki pemuda berpotensi, tapi kadang kita memandang sebelah mata kepada mereka.Kita tidak sadar, apa yang kita teriakkan sebagai pelestarian, nguri nguri dan sebagaimya membutuhkan mereka yang murni mencintai dan bekerja.Tanpa dukungan mereka kita bukan siapa siapa dan segala usaha kita bukan apa apa serta agar kebesaran dan jasa leluhur terus lumintu lestari” pungkas Mas Agung yang kelahiran Lateng kota tapi leluhurnya asal Temenggungan sambil nunjukkan silsilah keluarganya.(Aguk Wahyu Nuryadi)


Komentar