BANYUWANGI: Jurnal news. Com- Pelepasan tukik atau anak penyu sebanyak 1.945 ekor dilepasliarkan di Pantai Trianggulasi, kawasan Taman Nasional Alas Purwo (TNAP), Banyuwangi, Senin (17/8/26).
Pelepasan ini menjadi bagian dari upaya konservasi penyu sekaligus wisata edukasi berbasis lingkungan.
Pelepasan ribuan tukik tersebut juga menjadi momentum memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.
Semangat kemerdekaan dimaknai sebagai kebebasan untuk menjaga alam, belajar dari lingkungan, serta mewariskan ekosistem yang lestari kepada generasi mendatang.
Pengelola TNAP mengembangkan pelepasan tukik sebagai wisata edukasi konservasi, sehingga wisatawan dapat melihat langsung proses pelestarian penyu sekaligus memahami pentingnya menjaga ekosistem pesisir.
Potensi wisata berbasis konservasi tersebut juga diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi melalui aktivitas wisata alam yang mendukung Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa mengesampingkan prinsip perlindungan lingkungan.
Upaya konservasi penyu di kawasan Alas Purwo tahun ini menunjukkan capaian signifikan. Hingga kini tercatat 1.070 kali pendaratan penyu untuk bertelur di sepanjang pesisir kawasan TNAP.
Dari aktivitas tersebut, sebanyak 111.115 butir telur penyu telah ditetaskan secara semi alami melalui pengelolaan konservasi penyu di Ngagelan.
Pesisir Taman Nasional Alas Purwo menjadi salah satu habitat penting bagi penyu.
Sedikitnya empat jenis penyu tercatat mendarat dan bertelur di kawasan ini, yakni penyu lekang, penyu sisik, penyu hijau, dan penyu belimbing.
“Dari keempat jenis tersebut, penyu lekang menjadi jenis yang paling banyak tercatat melakukan pendaratan untuk bertelur di pesisir Alas Purwo,”terang petugas TNAP disamping kepala balai.
Kepala Balai Taman Nasional Alas Purwo, Probo Wresni Adji, membenarkan pelepasan 1.945 tukik ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pelestarian penyu bukan hanya tanggung jawab pengelola kawasan.
Konservasi membutuhkan keterlibatan masyarakat, wisatawan, komunitas, serta seluruh pihak yang berkepentingan dengan kelestarian lingkungan.
Melalui wisata edukasi seperti pelepasan tukik, TNAP berupaya menghadirkan pengalaman wisata yang tidak hanya menarik, tetapi juga memberikan pengetahuan dan membangun kepedulian terhadap keberlangsungan satwa liar serta ekosistem pesisir.
“Melestarikan penyu hari ini berarti menjaga keberlangsungan ekosistem pesisir dan memastikan generasi mendatang tetap dapat menikmati kekayaan alam Indonesia.”ucap kepala taman yang dikenal gung lewang-liwung penuh misteri ini.
Pelepasan ribuan tukik di Pantai Trianggulasi menjadi simbol sederhana semangat kemerdekaan, merdeka untuk menjaga alam, merdeka untuk belajar dari alam, dan merdeka untuk mewariskan lingkungan yang lestari bagi generasi berikutnya.
Selain itu, dalam pelepasan tukik kali ini diikuti Balai Taman Nasional Alas Purwo, Pramuka Sakawanabhakti, sanggar tari Alang-alang Kumitir, PT Disti, IPPA TN Alas Purwo, Masyarakat Sekitar TN Alas Purwo, Wisatawan WNI dan WNA TN Alas Purwo, Disbudpar Banyuwangi. (Aguk Wahyu Nuryadi/SisBol/JN-JRKBB)


Komentar