oleh

Tim PDB Undiksha–Unwar Serahkan Teknologi Pengolahan Kopi kepada Mitra di Desa Belantih

BANGLI — Tim Program Pengabdian kepada Masyarakat (PDB) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) bersama Universitas Warmadewa (Unwar) menyerahkan teknologi tepat guna kepada unit usaha pengolahan kopi di Desa Belantih, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program “Pengembangan Desa Sentra Industri Kopi Melalui Transformasi Manajemen Usaha Berbasis Digital di Desa Belantih, Kintamani, Bangli” yang diketuai Prof. Dr. I Wayan Lasmawan, M.Pd.

Transfer teknologi diberikan kepada dua mitra, yakni Belantih Coffee Farm yang dikelola I Wayan Tunas Wijaya dan Kelompok Tani Dharma Kriya yang diketuai I Wayan Selamat, S.E. Penyerahan teknologi diarahkan untuk memperkuat proses produksi, fermentasi, serta pengendalian mutu kopi pada tahap pascapanen.
Kepada Belantih Coffee Farm, tim menyerahkan empat unit tabung fermentasi kopi Kegland FermZilla Gen3 Tri-Conical berkapasitas 55 liter per unit, dengan total kapasitas 220 liter. Teknologi tersebut digunakan untuk mengatasi proses fermentasi yang sebelumnya masih menggunakan wadah yang belum dirancang khusus untuk fermentasi.

Tabung fermentasi dilengkapi desain tri-conical, dump valve, sistem sambungan Tri-Clover, dan tabung transparan yang memungkinkan proses fermentasi dipantau secara visual. Teknologi ini diharapkan membuat proses fermentasi lebih terkontrol, higienis, dan mudah dikelola sehingga konsistensi mutu kopi dapat ditingkatkan.
Sementara itu, Kelompok Tani Dharma Kriya menerima satu unit Wile Coffee & Cocoa Moisture Meter untuk mengukur kadar air green bean Kopi Arabika secara lebih objektif. Sebelumnya, penentuan tingkat kekeringan kopi masih banyak mengandalkan pengamatan visual dan pengalaman petani. Alat tersebut memiliki rentang pengukuran 6–27 persen dan dapat digunakan untuk menentukan apakah kopi masih memerlukan pengeringan atau telah siap disimpan dan dipasarkan.

Ketua Tim PDB, Prof. Dr. I Wayan Lasmawan, M.Pd., mengatakan bahwa transfer teknologi ditujukan untuk menghasilkan perubahan nyata dalam proses produksi mitra.
“Teknologi yang diberikan tidak hanya harus tersedia, tetapi juga harus dapat digunakan dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas serta pengelolaan usaha kopi,” ujarnya.

Pelaksanaan transfer teknologi kepada kedua mitra telah mencapai 100 persen dari target. Empat unit fermenter telah tersedia dan dimanfaatkan oleh Belantih Coffee Farm, sedangkan moisture meter telah digunakan oleh Kelompok Tani Dharma Kriya sebagai bagian dari pengendalian mutu pascapanen.

Program PDB ini didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Republik Indonesia melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Berbasis Kewilayahan Tahun 2026.(Miskawi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *