Banyuwangi, Jurnal News – Universitas Bakti Indonesia (UBI) Banyuwangi mendorong pemuda Paguyuban Blok EM Rogojampi untuk lebih peduli terhadap lingkungan melalui pengelolaan sampah organik rumah tangga. Upaya tersebut dilakukan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Penyuluhan Hukum Lingkungan dan Pemanfaatan Sampah Organik melalui Biopori-Biopot di Paguyuban Blok EM Rogojampi.”
Kegiatan yang diketuai Nuri Hidayati, S.H., M.H., dengan anggota Thorieq Moh. Yusuf, M.Pd. dan Rima Suwistika, M.Pd., tersebut berlangsung pada 16 Agustus 2026 di Kantor Desa Rogojampi. Kegiatan dibuka oleh Kepala Dusun Rogojampi Utara, Abdurrohman.
Dalam sambutannya, Abdurrohman mengapresiasi pelaksanaan program tersebut karena dinilai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya kalangan pemuda.
Menurutnya, kegiatan tidak hanya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai hukum lingkungan, tetapi juga memberikan keterampilan praktis dalam mengelola sampah organik rumah tangga agar memiliki nilai manfaat.
“Kegiatan ini memberikan pengetahuan sekaligus keterampilan kepada masyarakat, khususnya pemuda, dalam mengelola sampah organik sehingga dapat dimanfaatkan dan tidak hanya menjadi limbah,” ujarnya.
Program PKM tersebut dilaksanakan sebagai respons terhadap sejumlah persoalan lingkungan di masyarakat. Di antaranya masih terbatasnya pemahaman mengenai hukum lingkungan, belum optimalnya pengelolaan sampah organik rumah tangga, serta perlunya meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Melalui Hibah PKM DPPM Kemdiktisaintek Tahun 2026, Skema Pengabdian Berbasis Masyarakat (PBM), Ruang Lingkup Pemberdayaan Masyarakat Pemula (PMP), peserta mendapatkan penyuluhan mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang sesuai dengan prinsip perlindungan dan pelestarian lingkungan.
Materi penyuluhan kemudian dilanjutkan dengan pelatihan dan praktik pemanfaatan sampah organik menggunakan teknologi tepat guna berupa biopori dan biopot.
Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif dengan melibatkan pemuda Paguyuban Blok EM Rogojampi secara langsung. Rangkaian kegiatan meliputi sosialisasi, penyuluhan hukum lingkungan, pelatihan, praktik pembuatan dan pemanfaatan biopori serta biopot, pendampingan, hingga monitoring dan evaluasi.
Biopori dan biopot diperkenalkan sebagai teknologi sederhana yang relatif mudah diterapkan di lingkungan masyarakat. Sampah organik rumah tangga dapat dimanfaatkan melalui proses dekomposisi sehingga menghasilkan bahan organik yang dapat digunakan sebagai pupuk bagi tanaman.
Selain membantu mengurangi sampah organik, penerapan biopori juga dapat meningkatkan daya resap air ke dalam tanah sehingga memberikan manfaat ekologis bagi lingkungan sekitar.
Program tersebut menargetkan pemasangan minimal 25 unit biopori dan/atau biopot, pengurangan volume sampah organik rumah tangga, serta pemanfaatan hasil pengolahan sampah sebagai pupuk alami.
Selain target fisik, kegiatan juga diarahkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan sampah sekaligus mendorong terbentuknya kebiasaan yang lebih baik dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Pendampingan dan evaluasi menjadi bagian penting dari keberlanjutan program. Melalui pendampingan, masyarakat diharapkan tidak hanya mampu membuat biopori dan biopot, tetapi juga dapat melakukan pemeliharaan serta memanfaatkannya secara berkelanjutan.
Paguyuban Blok EM Rogojampi diharapkan dapat menjadi penggerak kegiatan peduli lingkungan di tengah masyarakat, bahkan setelah program PKM berakhir.
Melalui program tersebut, UBI Banyuwangi berupaya mendorong terbentuknya masyarakat yang sadar hukum lingkungan, terampil dalam mengelola sampah, serta aktif menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Kegiatan ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab serta SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim. (prs/n2n)


Komentar