Bermaksud saling mendoakan pribadi dan keluarga maupun komunitas termasuk lembaga instansi demi sejahtera tentram sentosa menjalani kehidupan sebagai hamba Tuhan sekaligus makluk sosial, Paguyuban Kerawitan Joko Ismoyo punya niat hajat adakan ruwatan massal untuk hadirkan Aura positif hindarkan dari sengkala dan damai dengan sukerta bawaan lahir.
Ruwatan dipimpin Dalang Ki Gondo Bawono Kelahiran Tahun 1945 asal Tapanrejo Muncar didampingi sinden sekaligus yang siapkan umbo rampe ritual Hj. Soeswati (72) yang juga perias pengantin yang kuat tirakat dan paham filosofis kebutuhan rangkaian ikhtiar singkirkan energi negatif.
Ketua Paguyuban Joko Ismoyo Ki Mudjiono (78) sampaikan niatan ini sudah 4-5 tahun lalu dan akan ditekadi diwujudkan tahun ini dengan semangat kepahlawanan Bung Tomo dan Perang Puputan Bayu. Pelaksanaan tepat hari Rabu 18 November pada jam kerja di Pelinggihan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menyongsong Hari Jadi Banyuwangi yang ke 255 tahun tepat sebulan usai pelaksanaan.
“Maturnuwun dukungan sesama penggemar wayang dan Kerawitan serta disbudpar yang tandang bareng mewujudkan niat mulia ini secara kolaborasi tanpa dana APBD maka murni dari sumbangan pribadi serta ‘sari perorangan maupun komunitas, kantor dan perusahaan yang krenteg ikut manggayu bagyo. Maka kami yang sepuh-sepuh ini menggandeng Perkumpulan Komonitas Gotong Royong empat puluh lima, sanggar merah putih’45 beserta EO Senyum Agmadina untuk mengemas acara dan mengajak para pihak terlibat untuk kebaikan Banyuwangi yang harmoni welas asih sekaligus juga mendoakan nuswantoro dan Negara Indonesia, “tutur dewan paripurna Pemuda Panca Marga (PPM-LVRI) ini yang masih aktif melatih Kerawitan dan siaran Gending Jawa di Radio Fajar FM sebagaimana 2 dekade lalu pramusiar di Radio Komunitas Bung Tomo FM.
Pembina Ruwatan Massal Nuswantara, Agus Wahyu Nuryadi yang akrab dipanggil Bung Aguk Darsono ungkapkan kemasan ruwatan yang ikuti pakem Jawa namun dikreasi akomodasi adat tradisi ngelukat Osing, juga ada doa ruqyah dipimpin tokoh agama asal Madura serta sentuhan hipnosis Smart Parenting untuk mengurai aral dan mental block peserta untuk bisa gangsar rejekinya, keluarga samawa bisa senyum bahagia lahir batin.
“Saat pembukaan akan disaksikan perwakilan suku dan etnis dari Forum Pembauran Kebangsaan binaan Bakesbangool. Dan saat siraman dari 7 sumber mata air antara lain dari sumur Sritanjung dan Masjid Kuno maupun tempat sakral lainnya, selain dalang dan sinden, juga penting disiram oleh ibu atau ayahnya seraya mohon pangestu, “tambah pemilik nomor 081336881945 ini.
Ketua Panitia Slamet Muhlisin didampingi sekretaris Andre Repelita Waluyo berharap masyarakat luas di bumi Blambangan maupun anggota ikawangi nusantara memanfaatkan momentum ini untuk membersihkan diri bersama-sama. Yang sudah daftar 17 orang dan masih memberi kesempatan hingga 10 November pukul 13.45 WIB. “Harapan kami peserta perorangan 33 orang dan lembaga 5 -8 pihak hingga kumpulan lebih dari 40 orang kan mustajab do’anya. Kami ada form pendaftaran digital lewat aplikasi Gata yang pendaftaran ditutup bila sudah mencapai maksimal 99 pendaftar, ” ujar pembaca karakter di TV Osing ini sambil senyum.
Ditambahkan Andre panitia juga menggandeng media lokal JRKBB-JRKI,Jurnal news, sastrawacana, JNN Sumenep, Menara Madinah.com Surabaya, JRKI JRKBB serta pas acara ada live youtube BTD Channel.
Peserta dapat bonus rekening bank dan voucher umroh mitra panitia. Bagi donatur dan sponsor dapat kartu nama digital aplikasi gata.Saat kegiatan juga ada Bukalapak UMKM dan konsultasi psikologi karakter dan spirual adiluhung.
(Qurrota A’Yunin/AWN).


Komentar