BANYUWANGI – Upaya melestarikan bahasa dan budaya Banyuwangi melalui ruang digital terus dilakukan. Salah satunya melalui Pelatihan Wikilatih Inkubator Wikipedia Basa Using yang digelar bersama MGMP Bahasa Using SMP dan Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi di Laboratorium IPA SMP Negeri 3 Rogojampi, Selasa dan Rabu, 8–9 September 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menyiapkan kader relawan dan kontributor untuk mendorong lahirnya Wikipedia Basa Using. Sebanyak 70 peserta dari unsur guru, pegiat literasi, penulis, dan jurnalis warga mengikuti pelatihan yang dibagi dalam dua hari.
Pelatihan menghadirkan mentor asal Madura, Alfian Rizzi Afdiquni, yang telah mendapatkan bonus sebagai kontributor aktif ke Afrika, didampingi kontributor Bahasa Indonesia asal Sumbersari, Srono, Mbok Ulum Arifah.
Pelatihan diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam mendokumentasikan dan menulis pengetahuan berbahasa Using secara berkualitas dan berkelanjutan. Upaya tersebut sekaligus menjadi ikhtiar pelestarian bahasa dan budaya Banyuwangi agar dapat diakses serta dikenal lebih luas, termasuk secara internasional.
Untuk menjaga keberlanjutan gerakan, para peserta membangun komunikasi melalui grup khusus penulis Wikipedia Basa Using. Grup tersebut menjadi ruang diskusi mengenai kendala penulisan artikel, penyuntingan, hingga pengunggahan dokumentasi.
Apresiasi juga diberikan kepada Jawara Pejuang Wikipedia Basa Using (OSI) Inkubator kategori tulisan atau suntingan terbanyak pada September 2026. Penghargaan berupa bonus doorprize tersebut mendapat dukungan dari para CSR yang turut mendukung perjuangan Wikipedia Basa Using.
Upaya tersebut menghasilkan capaian yang menggembirakan. Pada September 2026, Pejuang Wikipedia Basa Using (OSI) Inkubator mencatat 1.800 penulisan dan penyuntingan, menjadi capaian terbanyak sejak 2018 hingga September 2026, dengan lebih dari 40 penulis aktif.
Dari 70 peserta pelatihan, lebih dari 40 orang tercatat aktif menulis di platform Wikipedia Basa Using (OSI) Inkubator. Mereka antusias mendokumentasikan berbagai kekayaan Banyuwangi, mulai dari adat istiadat, ritual, tari-tarian, kuliner, hingga tempat wisata.
Semangat tersebut menjadi bagian dari ikhtiar nguri-nguri budaya Banyuwangi melalui tulisan berbahasa Using. Setiap artikel menjadi upaya menjaga pengetahuan dan ingatan kolektif masyarakat agar tetap hidup serta dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
Gerakan ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, antara lain Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Banyuwangi, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi, Dewan Kesenian Blambangan (DKB), para pegiat literasi Banyuwangi, Komunitas Gotong Royong’45, Komunitas Pecinta Literasi Banyuwangi (KOPIWANGI), dan Komunitas Literasi Tetesan Pena.
Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa pelestarian bahasa dan budaya membutuhkan kebersamaan. Guru, penulis, pegiat literasi, jurnalis warga, komunitas, serta berbagai lembaga dapat mengambil peran melalui kapasitas masing-masing.
Semangat khidmah melalui tulisan juga menjadi bagian penting dari gerakan tersebut. Menulis dalam bahasa Using bukan sekadar menghasilkan artikel, tetapi menjadi ikhtiar menjaga identitas, merawat ingatan kolektif, dan membuka akses pengetahuan budaya Banyuwangi bagi masyarakat yang lebih luas.
Dengan semakin banyaknya penulis Using yang aktif, diharapkan Wikipedia Basa Using (OSI) dapat segera dirilis atau lahir. Harapan tersebut diarahkan menjadi kado terindah bagi masyarakat Banyuwangi pada momentum Hari Jadi Banyuwangi (HARJABA) ke-255 yang akan diperingati pada 18 Desember 2026.
Perjalanan menuju lahirnya Wikipedia Basa Using membutuhkan kesinambungan semangat, komunikasi, dan gotong royong. Mari terus menulis, mendokumentasikan, dan mengenalkan kekayaan Banyuwangi melalui bahasa Using agar warisan budaya tetap hidup dan pengetahuan yang lahir hari ini dapat bermanfaat bagi generasi mendatang.
Yeti, Andi


Komentar