Banyuwangi, Jurnalnews.com – Suasana penuh kebahagiaan dan haru mewarnai resepsi pernikahan Joseph Frederic Halim, putra pasangan Stefanus Soerjono Halim dan Teresa Linling dari Batam, dengan Elysabeth Meiliasari, putri kedua pasangan Sari dan Yuliasih asal Bajulmati, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Sabtu sore (10/10/2026).
Acara resepsi yang berlangsung di Hotel dan Restoran Ketapang Indah, Banyuwangi, tersebut dihadiri puluhan tamu undangan dari keluarga kedua mempelai, saudara, sahabat, tetangga, hingga mitra usaha yang turut memberikan doa dan restu bagi perjalanan hidup baru pasangan pengantin tersebut.
Sebelum menggelar resepsi, Joseph dan Elysabeth terlebih dahulu menjalani pemberkatan pernikahan di Gereja Paroki Maria Ratu Damai pada pukul 11.00 WIB.
Resepsi berlangsung meriah dengan tetap menghadirkan suasana sakral dan penuh kehangatan. Sejumlah rangkaian acara digelar, mulai dari sesi foto bersama keluarga, prosesi saling menuangkan minuman, hingga pemotongan roti yang menjadi salah satu momen kebersamaan kedua mempelai bersama para tamu.
Di tengah kebahagiaan tersebut, Joseph Frederic Halim menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh keluarga dan sahabat yang telah meluangkan waktu untuk hadir, bahkan menempuh perjalanan jauh dari berbagai daerah.
“Hari ini saya dan Elysabeth menikah. Terima kasih karena teman-teman dari Surabaya, dari Pesanggaran, saudara-saudara, dan juga keluarga saya dari Batam sudah susah payah untuk ke sini,” ungkap Joseph.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada sahabat masa kecilnya yang datang dari Singapura untuk menghadiri hari istimewa tersebut.
“Terima kasih atas waktu dan kasih yang diberikan sehingga kalian semua mau datang ke sini. Semoga acara hari ini menjadi momen berkesan buat semuanya dan kita semua dapat berbahagia selalu. Semoga kita bisa menikmati acara ini bersama-sama,” tambahnya.
Momen haru semakin terasa ketika Joseph menceritakan perjalanan cintanya bersama Elysabeth, yang berawal dari pertemuan sederhana di Jakarta hingga akhirnya mantap melangkah ke jenjang pernikahan.
Joseph mengungkapkan, pertemuan pertama mereka berlangsung ketika dirinya dan Elysabeth sama-sama berada di Jakarta. Awalnya, pertemuan tersebut berjalan biasa saja. Namun, seiring waktu, keduanya semakin dekat dan mulai tumbuh rasa nyaman serta kasih sayang.
“Dari situ semua hal berubah. Semakin dekat, semakin dekat. Terus saya merasa nyaman dan saya merasa sayang sama dia,” tutur Joseph mengenang awal hubungan mereka.
Beberapa bulan setelah berkenalan, Joseph mengaku sempat melamar Elysabeth secara pribadi, tanpa melibatkan orang tua. Hubungan mereka kemudian terus berjalan hingga keduanya semakin yakin untuk membangun kehidupan bersama.
Perjalanan tersebut tentu tidak selalu mudah. Joseph mengakui bahwa mereka telah melewati berbagai badai dan rintangan. Namun, rasa saling menyayangi dan kepercayaan yang tumbuh di antara keduanya membuat mereka mantap melangkah ke tahap berikutnya.
Setelah merasa semakin yakin, kedua keluarga akhirnya dipertemukan, yakni keluarga Joseph dari Batam dan keluarga Elysabeth dari Banyuwangi. Pertemuan tersebut kemudian berlanjut pada pembicaraan mengenai lamaran dan pernikahan.
Perjalanan panjang itulah yang akhirnya mengantarkan Joseph dan Elysabeth berdiri bersama di pelaminan, memulai babak baru sebagai pasangan suami istri.
Suasana semakin emosional ketika Elysabeth menyampaikan harapan kepada Joseph sebagai pasangan hidupnya. Dengan penuh kasih, ia berharap Joseph tetap menjadi pribadi yang sabar, tidak mudah marah, mampu menjaga nada bicara, serta senantiasa setia hingga usia senja.
“Semoga kamu tetap menjadi Joseph yang sabar, nggak marah, nadanya dikurangin, tetap setia sampai kakek nenek,” pinta Elysabeth.
Mendengar harapan sang istri, Joseph tak kuasa menahan air mata. Dalam suasana penuh haru, ia menyampaikan komitmennya untuk terus berjuang demi kehidupan dan hubungan yang telah mereka bangun bersama.
“Selagi masih hidup, aku bakal benar-benar berjuang,” ucap Joseph dengan penuh haru.
Momen tersebut menjadi salah satu bagian paling menyentuh dalam resepsi pernikahan mereka. Bukan sekadar perayaan, tetapi juga menjadi ungkapan kasih sayang, harapan, dan komitmen untuk saling menjaga dalam menjalani kehidupan rumah tangga.
Kebahagiaan Joseph dan Elysabeth turut dirasakan oleh kedua sahabat Elysabeth, Lely dan Liana, yang telah lama mengenal serta menemani perjalanan hidupnya.
Keduanya hadir untuk memberikan dukungan dan menyaksikan secara langsung hari istimewa sahabat mereka. Mereka berharap Joseph dan Elysabeth dapat membangun rumah tangga yang harmonis, senantiasa bahagia, serta segera dikaruniai momongan.
Resepsi tersebut menjadi penanda dimulainya perjalanan baru Joseph Frederic Halim dan Elysabeth Meiliasari. Dengan doa dan restu keluarga serta sahabat, keduanya diharapkan mampu menjaga cinta, kesetiaan, dan kepercayaan dalam mengarungi kehidupan rumah tangga hingga hari tua.
(Venus)


Komentar