BANYUWANGI – Ratusan siswa dari tingkat SD dan SMP di wilayah setempat mengikuti kegiatan Sekardadu (Sekolah Rawat Daerah Aliran Sungai) yang digelar di kawasan wisata Dam Sere, Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi.kamis, (7/10/2026)
Kegiatan tersebut menjadi sarana edukasi bagi para siswa untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, khususnya kawasan perairan dan saluran irigasi. Selain melibatkan para siswa, kegiatan juga diikuti rombongan Dinas PU Pengairan Banyuwangi, Korsda Bangorejo, serta sejumlah guru pendamping.
Rangkaian kegiatan tidak hanya diisi dengan aksi bersih-bersih sampah di sekitar saluran irigasi, tetapi juga ditandai dengan penanaman pohon di kawasan bantaran sungai. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap kelestarian lingkungan dan sumber air.
Ain, selaku fungsi penggerak dari Dinas PU Pengairan Banyuwangi, menyampaikan bahwa pelaksanaan program Sekardadu dari awal hingga saat ini menunjukkan perkembangan yang cukup baik, terutama di wilayah kerja Korsda.
Menurutnya, berdasarkan hasil evaluasi, kondisi saluran irigasi di sejumlah wilayah sudah terlihat lebih lancar. Tingkat kebersihan saluran juga dinilai semakin baik.
Dalam melakukan evaluasi, Dinas PU Pengairan Banyuwangi juga menggandeng tim Osouji Sampah Asiyah serta perguruan tinggi.
“Program seperti ini juga untuk menanamkan mindset kepada anak-anak bahwa menjaga kebersihan merupakan tanggung jawab kita bersama. Termasuk menjaga sumber mata air agar tetap terpelihara dan lestari,” ujar Ain.
Hal senada disampaikan Juru Pengairan Purnowirawan dan Kepala Korsda Bangorejo, Irlandа. Keduanya menekankan pentingnya menjaga kebersihan kawasan perairan irigasi.
Menurutnya, kebersihan saluran irigasi harus menjadi perhatian bersama, terutama untuk mengantisipasi terjadinya penyumbatan yang dapat memicu genangan hingga banjir ketika musim penghujan.
Pihak Korsda juga mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah ke aliran sungai maupun saluran irigasi. Bahkan, Korsda Bangorejo berencana menjalin kerja sama dengan pemerintah desa untuk mendorong penyusunan peraturan desa (Perdes) terkait larangan membuang sampah ke aliran sungai.
Sementara itu, Astuti, guru SDN 3 Kebondalem, mengatakan keikutsertaan para siswanya dalam kegiatan Sekardadu menjadi bagian dari upaya menanamkan kesadaran tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sejak usia sekolah dasar.
“Dengan mengikuti kegiatan seperti ini, anak-anak bisa belajar secara langsung bahwa kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama dan harus dibiasakan sejak usia dini,” ungkapnya.
Melalui kegiatan Sekardadu tersebut, diharapkan kepedulian terhadap kebersihan sungai dan saluran irigasi tidak hanya berhenti pada kegiatan bersih-bersih, tetapi dapat menjadi kebiasaan yang diterapkan oleh masyarakat dan generasi muda dalam kehidupan sehari-hari.


Komentar