Banyuwangi, Jurnalnews.com – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, terus memperkuat peran kader dalam meningkatkan kesehatan keluarga dan mencegah stunting. Upaya tersebut diwujudkan melalui pertemuan rutin bulanan yang digelar di Pendopo Kecamatan Wongsorejo, Selasa (20/10/2026).
Kegiatan ini dihadiri jajaran kader TP PKK kecamatan, para ketua TP PKK desa, ibu sekretaris desa, serta kader PKK dari seluruh desa di wilayah Kecamatan Wongsorejo. Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk mempererat koordinasi, meningkatkan pembinaan, sekaligus menyamakan langkah dalam menjalankan program pemberdayaan keluarga di tingkat desa.
Ketua TP PKK Kecamatan Wongsorejo, Yunita Mahfud, dalam kesempatan tersebut menekankan pentingnya meningkatkan kerja sama seluruh kader PKK dalam mendukung kegiatan Posyandu, khususnya dalam pemantauan tumbuh kembang anak dan pencegahan stunting.
Menurut Yunita, pemantauan kesehatan balita sejak lahir hingga usia lima tahun harus menjadi perhatian bersama. Hal ini meliputi pemenuhan kebutuhan gizi, pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak, serta memastikan kelengkapan imunisasi sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Ia berharap para ketua TP PKK desa bersama kader Posyandu semakin aktif memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya imunisasi dan pemenuhan gizi seimbang bagi balita.
Pasalnya, masih terdapat sebagian masyarakat yang membutuhkan pemahaman lebih mendalam mengenai manfaat imunisasi. Di sisi lain, keterbatasan ekonomi juga menjadi tantangan bagi sejumlah keluarga dalam memenuhi kebutuhan gizi anak secara optimal.
Karena itu, peran kader PKK dinilai sangat penting untuk mendampingi keluarga, memberikan pemahaman, serta mendorong masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan ibu dan anak.
“Melalui pertemuan rutin ini, kami berharap semangat para kader semakin meningkat dalam menjalankan program PKK di desa masing-masing. Dengan kerja sama dan kepedulian bersama, pelayanan kesehatan keluarga dapat semakin optimal dan angka stunting di Kecamatan Wongsorejo bisa terus ditekan,” demikian harapan Yunita.
Selain membahas program kesehatan keluarga dan pencegahan stunting, pertemuan rutin tersebut juga menghadirkan Neng Isun Nahdloh, istri salah satu anggota DPRD Banyuwangi sekaligus pendakwah Muslimat, untuk memberikan tausiyah kepada para peserta.
Dalam penyampaian materinya, Neng Isun Nahdloh membahas peran perempuan, khususnya seorang istri dan ibu, dalam membina rumah tangga serta membangun keluarga yang harmonis berdasarkan nilai-nilai keagamaan.
Ia memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjalankan peran dalam keluarga dengan penuh keikhlasan, kesabaran, dan tanggung jawab. Berbagai kebaikan yang dilakukan seorang istri dalam membina rumah tangga diharapkan dapat menjadi ladang pahala apabila dilandasi niat yang baik dan sesuai tuntunan agama.
Materi tersebut juga mengajak para peserta untuk terus berupaya mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, yakni keluarga yang dipenuhi ketenteraman, kasih sayang, dan rahmat.
Melalui perpaduan pembinaan program PKK dan penguatan nilai-nilai keagamaan, pertemuan rutin ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas kader dalam menjalankan program pemberdayaan masyarakat, tetapi juga memperkuat peran perempuan dalam membangun keluarga yang sehat, harmonis, dan sejahtera. (Venus)


Komentar