oleh

Viral Kisah Pilu Mbah Maniti, Kini Rumahnya Dibedah: Doa Lansia Sebatang Kara Mulai Terjawab

Banyuwangi, Jurnalnews.com – Kisah pilu Maniti (79), seorang janda lanjut usia warga Dusun Alasmalang RT 01 RW 04, Desa Alasrejo, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, yang sempat viral sekitar tiga bulan lalu, kini mulai berbuah harapan baru.

Setelah bertahun-tahun hidup seorang diri dalam keterbatasan dan menempati rumah sederhana berbahan papan yang tidak layak huni, Mbah Maniti akhirnya mendapat bantuan bedah rumah. Rumah yang selama ini menjadi tempat berteduhnya mulai dibongkar untuk dibangun kembali menjadi hunian yang lebih layak dan nyaman.

Pada Selasa (20/10/2026), para tetangga dan kerabat bergotong royong membongkar rumah tersebut. Nantinya, rumah Mbah Maniti akan dibangun secara permanen dengan ukuran 4 x 6 meter.

Proses bedah rumah ini terwujud berkat kolaborasi sejumlah pihak, di antaranya pemerintah desa, Pemerintah Kecamatan Wongsorejo, Yayasan Laznas Nurul Hayat, dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Buhasan, pengurus Unit Pengumpul Zakat Kecamatan Wongsorejo, menjelaskan bahwa kondisi Mbah Maniti yang hidup seorang diri dengan rumah tidak layak huni sebelumnya telah mendapat perhatian. Pemerintah setempat juga berupaya mengajukan permohonan rehabilitasi rumah. Namun, keterbatasan anggaran membuat diperlukan koordinasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak agar bantuan tersebut dapat direalisasikan.

Sementara itu, Widi Hidayat, Koordinator Program Nurul Hayat, mengatakan pihaknya menerima informasi dari relawan lapangan dan jurnalis mengenai kondisi warga yang membutuhkan bantuan perbaikan rumah.

“Setelah menerima informasi, kami turun langsung ke lapangan untuk melakukan validasi. Hasilnya kemudian kami sampaikan ke kantor dan alhamdulillah pengajuan tersebut mendapat persetujuan,” ujar Widi.

Ia menambahkan, pihaknya kemudian berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan Baznas untuk merealisasikan program bedah rumah bagi Mbah Maniti.

“Alhamdulillah, kami bisa berkolaborasi dengan pemerintah setempat dan Baznas untuk membantu Mbah Maniti. Mudah-mudahan proses pembangunan berjalan lancar, semua pihak diberi kesehatan, dan kolaborasi lintas sektor seperti ini terus terjaga,” imbuhnya.

Apresiasi juga disampaikan Kepala Desa Alasrejo, Atmawiyanto, melalui Sekretaris Desa Ahmad Ramli. Ia mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Nurul Hayat dan Baznas atas kepedulian serta kerja sama dalam membantu pembangunan kembali rumah Mbah Maniti.

“Kami mewakili Pemerintah Desa Alasrejo mengucapkan terima kasih atas bantuan dan kerja sama dari yayasan serta Baznas untuk membantu Mbah Maniti mendapatkan rumah yang lebih layak huni,” ungkap Ahmad Ramli.

Bedah rumah ini menjadi secercah harapan bagi Mbah Maniti setelah sekian lama menjalani kehidupan dalam keterbatasan. Gotong royong warga dan kepedulian berbagai pihak menunjukkan bahwa kerja sama dan solidaritas sosial mampu menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

(Venus)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *