oleh

Nurul Hayat Bersama BAZNAS dan Pemerintah Wujudkan Rumah Layak Huni untuk Mbah Maniti

Banyuwangi, Jurnalnews.com – Kebahagiaan akhirnya menyelimuti Maniti (79), seorang janda lanjut usia warga Dusun Alasmalang RT 01 RW 04, Desa Alasrejo, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi. Rumah yang sebelumnya memprihatinkan dan tidak layak huni, kini telah selesai dibangun menjadi hunian permanen yang lebih layak dan nyaman.

Proses pembangunan rumah yang dimulai sejak 20 Oktober 2026 tersebut resmi rampung dan diserahterimakan kepada Mbah Maniti oleh Tim Cabang Nurul Hayat Banyuwangi pada Kamis sore (6/11/2026).

Rumah berukuran 4 x 6 meter itu dibangun secara permanen menggunakan material batako dan atap asbes. Terwujudnya pembangunan rumah tersebut merupakan hasil kolaborasi dan kepedulian berbagai pihak, di antaranya Pemerintah Desa Alasrejo, Pemerintah Kecamatan Wongsorejo, Yayasan Laznas Nurul Hayat, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Banyuwangi, serta Lembaga Sahabat Dhuafa.

Sebelumnya, kisah kehidupan Mbah Maniti sempat menyita perhatian publik dan viral sekitar empat bulan lalu. Di usianya yang telah menginjak 79 tahun, ia harus menjalani kehidupan seorang diri dalam keterbatasan ekonomi dengan menempati rumah sederhana berbahan papan yang kondisinya sudah memprihatinkan.

Kondisi tersebut menggugah kepedulian sejumlah lembaga dan berbagai pihak untuk bergotong royong memberikan bantuan. Dari kepedulian itulah, harapan Mbah Maniti untuk memiliki tempat tinggal yang lebih layak akhirnya dapat terwujud.

Dengan penuh haru dan rasa syukur, Mbah Maniti menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu mewujudkan rumah barunya.

“ Alhamdulillah, saya sangat bersyukur rumah saya sudah diperbaiki. Saya mengucapkan terima kasih kepada Nurul Hayat, BAZNAS, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan Lembaga Sahabat Dhuafa. Semoga bantuan ini bermanfaat dan membawa berkah,” ungkap Mbah Maniti menggunakan bahasa Madura.

Sementara itu, Kepala Cabang Nurul Hayat Banyuwangi, Ferry Bagus Prasetya, menyampaikan rasa syukur karena proses pembangunan rumah Mbah Maniti telah berjalan dengan baik hingga selesai dan dapat diserahterimakan kepada penerima manfaat.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak, komunitas, serta para donatur yang telah ikut berkontribusi dalam menyukseskan program bedah rumah tersebut.

Menurut Ferry, pihaknya berharap kolaborasi dan semangat kepedulian sosial seperti ini dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat kurang mampu, khususnya kaum dhuafa dan para janda lanjut usia, yang dapat merasakan manfaat dari berbagai program kemanusiaan.

“Alhamdulillah, pembangunan rumah Mbah Maniti sudah terlaksana dan hari ini telah diserahterimakan. Terima kasih kepada seluruh teman-teman dan semua pihak yang telah berkontribusi membantu proses bedah rumah ini. Mudah-mudahan Nurul Hayat bersama komunitas dan berbagai kalangan bisa terus melanjutkan program-program kemanfaatan untuk membuat para mustahik dan warga dhuafa semakin bahagia,” ujar Ferry.

Rampungnya pembangunan rumah Mbah Maniti menjadi bukti bahwa kepedulian dan gotong royong mampu menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

Kisah yang sebelumnya menyentuh hati publik karena kondisi rumahnya yang memprihatinkan, kini berakhir dengan kebahagiaan. Di usia senjanya, Mbah Maniti akhirnya dapat menempati rumah permanen yang lebih aman dan nyaman.

Sebuah rumah mungkin sederhana, tetapi bagi Mbah Maniti, rumah baru itu adalah harapan, kebahagiaan, dan bukti bahwa masih banyak orang yang peduli. (Venus)..

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *