oleh

PBSI FKIP UNEJ UNDANG PRESIDEN PENYAIR INDONESIA PERINGATI SUMPAH PEMUDA SECARA VIRTUAL

Momentum bulan bahasa dan Hari Sumpah Pemuda tahun ini dirayakan dengan luar biasa oleh PBSI FKIP UNEJ, yakni mengadakan gelaran Seminar Nasional dengan menghadirkan presiden penyair Indonesia Sutardji Calzoum Bachri sebagai penyaji utama. Dalam kesempatan ini Sang Presiden Penyair tersebut berorasi tentang Bahasa, Sastra dan Budaya.

“Bangsa terbentuk dari kata-kata. Melalui sumpah pemuda, kita mampu menciptakan negara. Kata-kata adalah energi, spirit atau ruh yang lahir dari jiwa-jiwa merdeka sesama anak bangsa, sebagai pemuda saat ini lakukanlah hal-hal yang bermakna, konstruktif meski kecil tapi berharga, cintai peran kita sebagai apapun, berikan yang terbaik untuk ibu pertiwi, ” Pungkas Sutardji Calzoum Bachri.

“Alhamdulillah, kami bersyukur Semnas Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya #7 dalam rangka memperingati Bulan Bahasa dapat terlaksana dengan baik. Kami sangat beruntung berkesempatan mendengarkan pencerahan beliau yang begitu luar biasa. Kami begitu terharu sekaligus bangga menjadi agen pembangun bangsa.” kata Ibu Fitri Nura Murti, selaku penanggung jawab kegiatan.

IMG-20211028-WA0062

Sementara itu, Dr. Mohammad Na’im, M.Pd., selaku Wakil Dekan III yang memberikan sambutan sekaligus membuka acara tersebut berpesan bahwa kegiatan ini perlu dilaksanakan secara rutin guna mendukung visi misi bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, bahasa yang mempersatukan dan membangun jati diri bangsa.

Selanjutnya, seminar nasional disampaikan oleh Dr. Rusdhianti Wuryaningrum, M.Pd. yang membahas isu-isu dan paradigma kajian Kebahasaan terkini, dan dilanjutkan oleh Dr. Arief Rijadi, M.Pd. yang membahas problematika pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia.

Pesan yang begitu sederhana, namun dalam dari Sang Presiden Penyair kenamaan tersebut ialah siswa harus berlatih sikap hormat terhadap puisi. Puisi harus disikapi secara serius dan dalam. Siswa perlu berlatih membaca, menulis, dan menyampaikan puisi.

Salam Sumpah Pemuda, dan Pemuda Harus Bersumpah sebagai putra-putri terbaik bangsa.(Misk)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *