oleh

BOC Unjuk Kreasi Peringati Laros Menang Lawan VOC

Bonsai Osing Community (BOC) yang mewadai Petani, Seniman Kreasi dan Pebisnis tanaman besar yang dikerdilkan di wilayah Rogojampi akan turut unjuk koleksi Tanaman Bonsai pada event Hari Jadi Banyuwangi Ke-250 yang digelar tanggal 8-15 Desember. Peringatan Harjaba menilik sejarah rakyat Blambangan yang dipimpin Rempeg Jagapati melawan Pasukan VOC Belanda.Pada Perang Bayu itu, komandan pasukan belanda tewas, begitu pula Rempeg Jagapati tanggal 18 Desember tertusuk senjata alap-alap yang esoknya gugur.Selanjutnya perlawawan lare osing dipinpin perempuan Sayu Wiwit yang sempat kalap hebat laksana paedo Wong Agung Wilis.

Pameran Bonsai melengkapi unjuk karya pelukis, penulis yang terbitkan buku, pengrajin souvenir Akar Wangi serta kuliner khas Banyuwangi.

BOC biasanya hari minggu pertama kumpul dengan materi utama pelatihan dengan suhu Ust. Dawam Cawang Puspan. Visi BOC Menuju Pembonsai yang Hebat, Maju dan Jaya Sejahtera. BOC dibawah naungan Persatuan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Kabupaten Banyuwangi yang kini dipimpin pensiunan guru Subiantoro asal Purwoharjo.

“Ibaratnya dengan adanya pandemi negeri kita daunnya berguguran.Banyuwangi sedang redup. saatnya dengan semangat lasykar Blambangan, lewat pameran ‘Semebyar Rogo’, kuncup pupus mulai tumbuh lagi di sela senyum ibu pertiwi tercinta. Maka kami ikut pameran diharap bisa silaturahim dan momentum laros jenggirat maning  ” tukas Achmad Sukron yang bisa merangkul 55 orang dalam komunitas BOC.

IMG-20211130-WA0063

Ditambahkan oleh Ketua BOC Hadi Wibowo dari Kampung Lebak pada media ini didampingi Pengrajin Gandrung, Rahmat Jaya, saat ini jenis tanaman Sancang yang sedang moncer. Menyusul Beringin iprik. Untuk cemara udang sudah berkurang pamornya karena bagi orang awam sulit perawatannya.

“Pasar bonsai terus menjanjikan hingga bisa ekspor,khususnya yang bibit asal luar negeri seperti anting putri dan bougenvil. Dan kreasi rawatan Ustandz Dawam pernah laku 45 juta dan saat booming mencapai 99 juta.biasanya penghobi bonsai juga kolektor lukisan atau pelukis ya juga pebonsai seperti maestro atau pelukis kesohor Banyuwangi yang karya coretan kanvas capai puluhan juta, “ungkapnya.

Ditambahkan oleh keduanya di Padepokan Hijrah EO Senyum Agmadina yang mengemas event Pameran, Lomba pelajar serta bedah buku sejarah ini, Selasa (30/11/2021) bahwasannya program BOC menyiapkan kader agar citra positif pebonsai Banyuwangi terus lentari di kancah nasional.Kang Jaenuri pimpinan Kursus ELIT Lemahbangdewo contoh profil succses story.

“Monggo apresiasi di perhelatan harjaba Kecamatan Rogojampi yang juga ada arena edukasi bonsai, diajari memainkan kuas warna di kanvas, pelatihan kerajinan souvenir maupun kompetisi pelajar serta gesah bedah buku Sejarah, seni dan Budaya Banyuwangi  ” kata Ketua Panitia Irfan Hidayat, SH,MH.(Aguk).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *