BANYUWANGI — Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi menggelar rapat kerja perdana kepengurusan masa khidmat di Pondok Pesantren Al-Falah, Kecamatan Purwoharjo, Sabtu (9/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi forum penting dalam menyatukan visi organisasi sekaligus menyusun langkah strategis NU Banyuwangi untuk beberapa tahun ke depan.
Rapat kerja dihadiri pengurus harian PCNU Banyuwangi, Rais Syuriyah KH Fakhrudin Manan, pimpinan lembaga dan badan otonom (banom), serta pengurus MWCNU se-Banyuwangi. Kehadiran seluruh unsur organisasi menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan dalam membangun gerakan Nahdlatul Ulama yang lebih solid dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Dalam forum tersebut, berbagai program prioritas dibahas secara mendalam, mulai penguatan kaderisasi, pelayanan umat, pendidikan pesantren, pemberdayaan ekonomi warga nahdliyin, hingga pembangunan keluarga maslahat dan penguatan sosial kemasyarakatan.
Raker juga menjadi ruang penyusunan rekomendasi organisasi yang akan menjadi pijakan gerakan PCNU Banyuwangi. Seluruh pembahasan mengacu pada Rencana Strategis PBNU 2023–2027 yang menekankan penguatan jam’iyah dan jamaah, tata kelola organisasi yang profesional, serta peningkatan kontribusi NU dalam kehidupan sosial dan kebangsaan.
Ketua PCNU Banyuwangi, Achmad Turmudi, mengatakan bahwa rapat kerja bukan hanya agenda formal organisasi, tetapi juga menjadi sarana evaluasi dan konsolidasi seluruh elemen NU Banyuwangi.
“Rapat kerja ini menjadi langkah awal untuk menyusun program yang terarah dan berkelanjutan. Ke depan juga akan dilaksanakan evaluasi rutin setiap tahun agar seluruh program organisasi berjalan efektif dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Ia menilai keberhasilan program PCNU Banyuwangi membutuhkan kerja bersama seluruh lembaga, banom, dan pengurus di tingkat kecamatan agar ide besar organisasi dapat diwujudkan secara nyata.
Sementara itu, Rais Syuriyah PCNU Banyuwangi KH Fakhrudin Manan menekankan pentingnya menjaga semangat khidmat, ukhuwah, dan kebersamaan dalam menjalankan organisasi.
“NU harus tetap menjadi rumah besar umat, menjaga nilai keagamaan sekaligus merawat persatuan dan kemaslahatan masyarakat,” tuturnya dalam arahan kepada peserta raker.
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi turut memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut. Bupati Banyuwangi diwakili Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat, Yusdi Irawan, yang hadir sebagai bentuk sinergi pemerintah daerah dengan Nahdlatul Ulama dalam mendukung pembangunan sosial dan keagamaan.
Selain pembahasan program kerja, rapat juga menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis terkait peningkatan pelayanan masyarakat, penguatan pendidikan, pengembangan ekonomi umat, dan kolaborasi lintas sektor demi mendukung kesejahteraan masyarakat Banyuwangi.
Suasana forum berlangsung hangat dan dinamis. Para peserta aktif menyampaikan pandangan, masukan, serta gagasan demi memperkuat peran Nahdlatul Ulama Banyuwangi di tengah perkembangan zaman dan tantangan sosial yang terus berubah.(Syaf)


Komentar